Rumah Wartawan Serambi Indonesia Aceh Tenggara Dibakar OTK

  • Whatsapp
Rumah wartawan Aceh Tenggara dibakar
Rumah wartawan harian Serambi Indonesia di Aceh Tenggara Asnawi Luwi diduga dibakar orang tak dikenal (30/7)

BANDA ACEH – Rumah wartawan harian Serambi Indonesia wilayah Aceh Tenggara, Asnawi Luwi, dibakar orang tak dikenal. Api pertama muncul dari garasi mobil.

“Pemilik rumah saat kejadian tadi malam jam 02.00 WIB masih tertidur. Mereka diteriaki warga sekitar bahwa rumah telah terbakar,” kata Direktur Reserse Kriminal Polda Aceh Kombes Agus Sarjito saat dimintai konfirmasi wartawan, Selasa (30/7).

Bacaan Lainnya

Api baru dapat dipadamkan setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab kebakaran itu.

Asnawi mengaku beberapa hari sebelum kejadian ada tamu tak dikenal datang ke rumahnya. Orang tersebut bertemu dengan istrinya dan menanyakan nomor handphone Asnawi.

“Saya menduga kebakaran ini ada kaitan dengan karya jurnalistik yang saya buat,” jelas Asnawi saat dimintai konfirmasi wartawan.

Dia meminta polisi mengusut kasus pembakaran rumahnya.

“Saat kejadian, ada warga yang melihat ada motor yang lewat depan rumah saya, pengendaranya membawa ransel,” bebernya.

Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia Group, Zainal Arifin M Nur, mengatakan, berdasarkan data dan keterangan awal yang dihimpun, pihaknya menduga ada unsur kesengajaan dalam peristiwa ini. Salah satu indikasinya adalah masyarakat sekitar melihat lampu masih menyala saat api mulai membakar garasi.

“Jadi bukan karena arus pendek,” ungkapnya.

“Wartawan kami, Asnawi Luwi, menduga peristiwa ini ada kaitannya dengan pemberitaan, namun belum diketahui secara detil,” jelas Zainal.

Menurut Zainal, harian Serambi Indonesia mengecam peristiwa tersebut serta berharap polisi mengusut kasus ini. Zainal juga meminta semua pihak menghormati kerja-kerja jurnalis.

“Jika benar ada unsur kesengajaan dan terkait dengan pemberitaan, maka peristiwa ini mencederai kemerdekaan pers seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999,” jelasnya. (*)

Pos terkait