Sambut HUT Palad 73, Paldam IM Santuni Panti Asuhan dan Gelar Perlombaan

  • Whatsapp
kapaldam im
Foto Bersama. Foto: Ist

BANDA ACEH – Kapaldam IM Kolonel Cpl Nur Budi Asmara, SE beserta Istri, Staf Paldam IM dan Persit memberikan santunan kepada Panti Asuhan Media Kasih di Jln Gleegurah Kec. Baiturrahman Kota Banda Aceh, Jumat (5/7).

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT Peralatan Angkatan Darat (Palad) ke 73 tahun 2019,” kata Kapaldam IM Kolonel Cpl Nur Budi Asmara.

Bacaan Lainnya

Peralatan Kodam (Paldam) Iskandar Muda juga memberikan santunan juga diberikan kepada keluarga besar TNI yang tidak mampu, Anjangsana ke kediaman pensiunan maupun Warakawuri Paldam IM.

Paldam juga mengadakan kegiatan donor darah bekerjasama dengan PMI kota Banda aceh, yang diikuti personil TNI dan masyarakat umum.

Selain kegiatan sosial, memeriahkan HUT Coprs Peralatan Angkatan Darat ke 73 juga digelar berbagai kegiatan perlombaan untuk kalangan internal dan eksternal.

Untuk perlombaan Internal diantaranya Pertandingan Sepak Bolak, Volley, Bulu tangkis yang melibatkan Personel dijajaran Paldam IM.

Sedangkan untuk perlombaan eksternal diantaranya, lomba tembak pistol eksekutif, lomba tembak senapan PCP dan even Tinju (Piala Pangdam IM Cup II).

Seluruh rangkaian kegiatan HUT Palad 73 ini akan diselenggarakan sejak  17 Juli hingga 17 agustus 2019, menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 74.

Sejarah Palad

Sejarah lahirnya Korps Peralatan dimulai dengan terbentuknya TNI Angkatan Darat sejak perang kemerdekaan. Pada tanggal 2 Juni 1947 Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden Republik Indonesia yang mengesahkan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Seiring dengan peleburan dengan kesatuan yang berasal dari kelaskaran dalam tubuh TNI, maka badan – badan yang semula merupakan sumber Perbekalan Persenjataan dibentuk menjadi Inspektorat Persenjataan yang dikepalai oleh Letkol Soeryo Soerarso yang berkedudukkan di Markas Besar Keamanan Darat (MBKD) dengan tugas merawat persenjataan Divisi I s.d VII.

Pada masa-masa awal kemerdekaan, bangsa Indonesia mengalami banyak pergolakan dan pemberontakan, di antaranya pemberontakan Andi Azis, peristiwa RMS, pemberontakan Ibnu Hajar, pemberontakan DI/TII Daud Beureuh dan lain-lain. Dalam situasi yang kritis ini maka pada tanggal 9 dan 10 Juli 1956 bertempat di Tugu (Puncak) diadakan konferensi intern Palad yang dipimpin langsung oleh Direktur Palad Mayor M. Rifai untuk mengadu pendapat tentang permasalahan yang timbul pada saat itu.

Konferensi tersebut menghasilkan kesepakatan yang dinamakan “Janji Perwira Palad” sebagai ikrar para perwira Peralatan Angkatan Darat dalam menjalankan tugas di masa mendatang, dan seterusnya janji Peralatan Angkatan Darat tersebut terpampang sebagai lambang pada tiap-tiap markas Palad di seluruh Indonesia yang merupakan pegangan hidup Peralatan Angkatan Darat.

Selanjutnya tanggal 10 Juli dijadikan sebagai hari lahir Peralatan Angkatan Darat. Pada tahun 1950 markas Direktorat Peralatan berkedudukan di jalan Budi Utomo No. 4 Jakarta. Selanjutnya pada tanggal 22 April 1961 diresmikan pemakaian gedung baru di jalan Matraman Raya No. 147 Jakarta Timur oleh Wakasad Letjen TNI Gatot Subroto. Di tempat inilah roda kepemimpinan Korps Peralatan dijalankan hingga saat ini. (*)

Pos terkait