Sebut Kasus Pencabulan Pimpinan Pesantren Fitnah, 3 Orang Penyebar Hoaks Ditangkap

  • Whatsapp
penyebaran berita hoaks di lhokseumawe
Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang (tengah) memperlihatkan berita hoakx pada konferensi pers penangkapan pelaku penyebar berita bohong kasus pelecehan di Pesanten Lhokseumawe, Rabu (17/7). Foto: Rahmat Mirza - Kanalinspirasi.com

LHOKSEUMAWE – Tim Polres Lhokseumawe menangkap tiga orang dalam kasus penyebaran berita bohong alias hoaks, Ketiganya menulis di media sosial bahwa penangkapan pimpinan pesantren dan guru berinisial AI dan MY adalah fitnah.

Sehingga ketiganya kita tangkap,” kata Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T Herlambang dalam konferensi Pers di Mapolres Lhokseumawe, Rabu (17/7).

Bacaan Lainnya

Ketiga orang yang ditangkap yaitu HS (29) seorang petani berasal dari Kabupaten Bireuen, IM (19) dan NA (21) berasal dari Kota Lhokseumawe.

Menurutnya ketiga pelaku itu tidak ada hubungan dengan pimpinan dan guru pesantren yang sudah ditetapkan tersangka terkait kasus pelecehan seksual terhadap santri di Pesantren AN, Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Baca Juga: Pimpinan Pesantren dan Seorang Guru Cabuli 15 Santri di Lhokseumawe Terancam 90 Kali Cambuk

Indra merincikan pelaku HS bertugas mengunggah berita bohong tersebut kedalam media sosial facebook. Kemudian, pelaku IM menyebar berita tersebut kedalam grup whatsapp dimana dialamnya ada tersangka HS dan mengambil postingan tersebut lalu mengupload ke Fecebook, dan terakhir pelaku NA seorang wanita juga menyebarkan ke grup WhatsApp.

Menurutnya, pembuat berita hoaks itu dari pengurus pesantren tersebut. “Dalam konten yang mereka upload di media sosial seakan-akan polisi salah tangkap terkait kasus pelecehan seksual di Pesantren AN Kota Lhokseumawe.

Berita hoax ini diketahui pada Sabtu (13/7/2019) kemarin, lalu dilakukan penyelidikan dan Selasa (16/7/2019) kemarin tiga pelaku penyebar berita hoax itu ditangkap,” ungkap Indra.

 Polisi membawa tersangka dalam kasus penyebaran berita bohong di Mapolres Lhokseumawe, Aceh, Rabu (17/7). Foto: Rahmat Mirza – Kanalinspirasi.com

Dampak dari berita bohong itu bisa menggiring opini masyarakat dan menganggu proses penyelidikan yang sedang berlangsung di Mapolres Lhokseumawe. “Sekecil apapun berita bohong yang tersebar itu akan kita tindak,” ujar AKP Indra.

Sebelumnya diberitakan AI dan MY ditangkap polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap santri di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Keduanya ditahan di Mapolres Lhokseumawe.

Sejauh ini polisi sudah mendeteksi 15 santri yang diduga menjadi korban, lima diantaranya telah dimintai keterangan. (*)

Pos terkait