Sejumlah Kota Israel Berlakukan Jam Malam

  • Whatsapp
Bendera Israel (ilustrasi). Israel berlakukan jam malam di 40 kota zona merah Covid. Foto : ANTARA

YERUSALEM – Sebagian besar warga Israel mengabaikan peraturan dan protokol kesehatan yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus corona. Oleh karena itu, pemerintah Israel memberlakukan jam malam di 40 kota kecil dan kota besar yang masuk dalam zona merah mulai Senin (7/9).

Jam malam diberlakukan mulai pukul 19.00 hingga 05.00 waktu setempat. Selain itu, institusi publik, sekolah, dan bisnis ditutup. Sementara warga hanya dibolehkan keluar rumah sejauh radius 500 meter dari kediaman mereka, dan pertemuan publik dibatasi.

Bacaan Lainnya

Pasukan polisi dan IDF akan dikerahkan ke 40 kota yang masuk ke dalam kategori zona merah. Mereka akan mengawasi dan memastikan bahwa bisnis tetap tutup dan warga setempat tetap mengikuti protokol kesehatan. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, jumlah kasus virus corona yang terus naik telah menimbulkan kekhawatiran.

Pekan lalu, Israel mencatat kasus virus korona sebesar 199,3 per kapita per hari. Jumlah tersebut adalah yang terbesar sejak pandemi menyerang Israel pada akhir Februari. Kasus infeksi virus corona pada Mei sempat menurun dan pihak berwenang mulai melonggarkan pembatasan.

Sejumlah pihak menilai, pelonggaran pembatasan menjadi sebuah kesalahan besar dan menyebabkan peningkatan kasus yang semakin memburuk. Wakil Direktur Jenderal Rumah Sakit Sheba Tel Hashomer, Arnon Afek mengatakan, jumlah kasus virus korona semakin meningkat karena sebagian besar warga melanggar protokol kesehatan.

Dalam beberapa pekan terakhir, media Israel telah mencatat sejumlah kasus, khususnya di kota-kota Arab dan Ultra-Ortodoks. Di kota tersebut banyak berkumpul untuk pesta pernikahan dan perayaan lainnya yang bertentangan dengan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Situasi yang semakin memburuk membuat pihak berwenang mempertimbangkan kemungkinan penutupan total selama liburan, yang dimulai pada akhir September.

Afek mengatakan, penguncian total adalah upaya terakhir yang diambil pemerintah. Karena kebijakan tersebut akan berdampak besar kepada perekonomian negara yang sudah terpuruk.

“Agar langkah-langkahnya efektif, kami membutuhkan orang-orang untuk mengikuti aturan, dan kami membutuhkan bantuan aparat keamanan untuk menegakkan peraturan ini,” kata Afek.

Pos terkait