Sekda Aceh Besar Dimakamkan di Peukan Bada

  • Whatsapp
Prosesi penyalatan jenazah Sekda Aceh Besar di Meunasah Gampong Lamlupu, Kecamatan Peukan Bada, Foto : Kanalinspirasi

ACEH BESAR – Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar Drs. Iskandar yang meninggal dunia dirumah Sakit Umum Daerah Meraxa, Banda Aceh pada, Jum’at (27/8) pukul 11.00 wib dimakamkan dikuburan keluarga di Desa Lamlupu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, almarhum dikebumikan sesuai protokol penanganan jenazah Covid-19.

Jenazah Iskandar tiba di Meunasah Gampong Lamlupu, Kecamatan Peukan Bada, pada pukul 16.00 wib, setelah diturunkan dari ambulan langsung dilakukan prosesi shalat jenazah yang dipimpin Ketua MPU Aceh Besar, Tgk. H. Muksalmina A. Wahab.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam prosesi shalat dan pemakaman almarhum Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali, Wakil Bupati Tgk. H. Husaini A. Wahab, para Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Besar serta kerabat daan keluarga almarhum dan masyarakat setempat

Setelah dishalatkan, jenazah langsung dibawa ke area pemakaman keluarga. Prosesi pemakaman dilakukan sesuai protokol penanganan jenazah covid.

Kepala instalasi pemulasaran jenazah RSUZA dr. Said Syahrizal Abbas yang memimpin prosesi pemakaman jenazah mengatakan, walaupun hasil swab pcr belum keluar namun proses pemakaman tetap harus mengikuti protokol covid, hal itu dilakukan karena mengingat almarhum meninggal dunia dalam masa isolasi rumah sakit dengan hasil rapid test reaktif.

“Pemakaman dengan mengikuti Protokol Covid ini kita lakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, memang hasil tes SWAB PCR belum keluar sampai dengan saat ini, tapi jika nanti hasilnya positif warga di Desa ini juga tidak perlu kuatir lagi” ujar dr. Said Syahrizal Abbas kepada kanalinspirasi.

Almarhum Iskandar yang juga menjabat sebagai jubir covid 19 Kabupaten Aceh Besar tersebut, menghembuskan nafas terakhirnya diruang pinere Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh Jum’at sekitar pukul 11.00 wib.

Sekda Iskandar meninggal dunia di usia 51 tahun, dengan meninggalkan seorang istri Hj.Mahdalena dan dua orang anak. (zal)

Pos terkait