Sekda Aceh Cek Masker Bantuan Presiden

  • Whatsapp
Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes, mengecek kesiapan pengepakan masker dan baliho untuk kegiatan Gebrak Masker Aceh, di Gudang Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Minggu, (30/8/2020). Foto : Humas Pemerintah Aceh

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes, mengecek kesiapan pengepakan satu juta lembar masker kain yang dipersiapkan untuk acara Gebrak Masker Aceh yang akan digelar pada Jumat 4 September mendatang, di Gudang Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Minggu, (30/8).

Kedatangan Sekda ke gudang tersebut guna memastikan seluruh masker bantuan Presiden sebanyak satu juta lembar yang disimpan di gudang BPBA itu telah dipacking secara klasifikasi dengan rapi untuk per kabupaten/kota.

Bacaan Lainnya

Semua masker tersebut nantinya akan didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota untuk mendukung Gerakan Bersama Pemakaian Masker Aceh yang digelar pada Jumat 4 September mendatang di seluruh Aceh.

Gerakan ini digaungkan guna menyadarkan masyarakat akan pentingnya penggunaan masker di masa pandemi Covid-19. Masker menjadi solusi menghalau diri agar tidak terpapar virus corona.

“Disiplin memakai masker menjadi salah satu cara paling mudah dan murah dalam pencegahan Covid-19. Cara tersebut terbukti ampuh di berbagai negara, ” kata Sekda Taqwallah.

Usai meninjau gudang penyimpanan masker tersebut, Sekda melanjutkan peninjauan selanjutnya di Dinas Syariat Islam Aceh. Di sana tampak aparatur di Dinas Syariat Islam sedang menyiapkan materi khutbah pada Jumat 4 September nanti yang akan dibacakan oleh khatib di seluruh masjid di Aceh.

Dalam kesempatan itu, Sekda meminta agar Kadis Syariat Islam Aceh membangun koordinasi dengan Kadis Syariat Islam kabupaten/kota guna mendapatkan data yang konkrit tentang jumlah masjid di setiap kabupaten.

“Sehingga pada hari H nanti, tidak ada masjid yang tidak mendapatkan materi khutbah ini, semua khatib harus menyampaikan khutbah tentang ajakan pentingnya memakai masker demi keselamatan masyarakat kita di Aceh ini, ” ujar Taqwallah. (rel)

Pos terkait