Sempat Viral di Medsos, Pelaku Penculikan Anak Dibekuk Polres Aceh Besar

  • Bagikan

Kanalinspirasi.com, ACEH BESAR –  Personel Sat Reskrim Polres Aceh Besar, berhasil menangkap penculik anak bermodus pemberian santunan yang sempat viral di media sosial (medsos) pada 14 Juni 2022 lalu. Pelaku berinisial MUN (42), warga Pidie.

Pria mantan sekuriti di salah satu dinas di Kabupaten Pidie ini ditangkap di Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar pada Jumat (24/6/2022) dini hari lalu.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Carlie Syahputra Bustamam kepada wartawan mengatakan, penangkapan ini berawal dari laporan keluarga korban ke Polsek Simpang Tiga yang kemudian ditindaklanjuti Polres Aceh Besar.

Korban diduga diculik oleh seorang lelaki tak dikenal. Peristiwa penculikan anak itu pun sempat viral di beberapa media sosial.

“TKP-nya di Kecamatan Simpang Tiga tepatnya di rumah korban, sebut saja Melati (14), pelajar kelas dua SMP,” ujar Kapolres dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Besar, Senin (27/6/2022).

Kasus penculikan ini berawal saat pelaku datang ke rumah korban dan mengaku sebagai salah satu pegawai di Kantor Gubernur Aceh. Kepada keluarga korban, pria beristri tiga ini mengaku hendak mengajak korban ke kantor gubernur untuk menerima santunan bagi anak yatim piatu sebesar Rp 5 juta.

“Kepada orang tua korban pelaku meminta membawa korban untuk menerima santunan itu,” katanya.

Sejak siang hingga sore hari, korban tak kunjung kembali ke rumah. Keluarga pun mencari keberadaannya hingga ke Kantor Gubernur Aceh dan tempat lain, namun tak ditemukan.

“Korban dibawa pelaku ke arah Pidie menggunakan motor, niat sebenarnya hendak mencabuli korban dengan iming-iming korban akan dibelikan motor,” ungkap Kapolres.

Di perjalanan, korban kerap melawan dengan berteriak dan menangis. Korban juga sempat dibawa ke semak-semak untuk dinodai, namun gagal karena pelaku takut aksinya diketahui warga, meski sempat melakukan pelecehan.

“Tersangka ini ingin mencabuli korban, korban sepanjang jalan menangis dan berteriak. Korban dibawa pelaku selama 12 jam hingga akhirnya ditinggal di SPBU Aneuk Galong,” paparnya. Pasca penemuan korban, petugas kepolisian yang saat itu sedang berpatroli di kawasan SPBU Aneuk Galong kemudian membawa korban ke RSUD Meuraxa Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan tim medis.

“Tersangka mengaku baru kali ini (pertama), namun penyidik masih mendalami kasus ini untuk mengetahui apa ada motif lainnya,” kata mantan Kapolres Gayo Lues ini. Saat ini, lanjut Carlie, korban masih dalam masa pemulihan trauma yang didampingi oleh psikolog serta pihak kepolisian.

Kapolres pun mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih berhati-hati dalam menjaga buah hatinya.

“Jangan biarkan anak-anak kita pergi ke tempat yang tidak diketahui, tidak mudah percaya kepada siapa pun bahkan dengan orang-orang terdekat atau yang kita kenal,” ucap Kapolres.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa motor yang digunakan pelaku saat membawa korban, jaket, helm serta pakaian lainnya. Atas perbuatannya, tersangka MUN dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman sembilan hingga lima belas tahun penjara.

Dalam konferensi pers ini, Kapolres hadir didampingi Wakapolres, Kompol Muara Uli, Kasat Reskrim, AKP Ferdian Chandra serta Kasat Resnarkoba, AKP Ismail.(*)

 

  • Bagikan