Sepak Bola Vakum, PSSI Berniat Potong Gaji Shin Tae-Yong

  • Whatsapp
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-Yong. Foto : ANTARA

JAKARTA – PSSI berencana melakukan pemotongan gaji pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong beserta para asistennya, selama darurat virus corona.

Dilansir dari situs resmi PSSI, penyesuaian gaji Shin Tae Yong beserta para stafnya itu terpaksa dilakukan karena situasi pandemi virus corona yang belum kunjung berakhir.

Bacaan Lainnya

“PSSI sedang mengkaji penerapan penyesuaian [pemotongan] gaji para pelatih dan asisten pelatih Timnas Indonesia baik senior maupun kelompok umur. Kami akan berbicara dengan para pelatih untuk teknis ini,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

“Saat ini, kegiatan Timnas Indonesia, kompetisi dan yang lainnya tidak bisa digelar karena efek pandemi virus corona. Kami harap ini segera berakhir dan dapat berjalan normal lagi keadaannya,” tambahnya.

Induk organisasi sepak bola tanah air itu pun enggan menyebutkan persentase gaji Tae Yong yang akan dipotong.

PSSI pun menganggap hal wajar jika jajaran pelatih Timnas Indonesia termasuk klub mengalami pengurangan gaji di tengah situasi vakum kegiatan sepak bola di Indonesia karena darurat corona.

Pasalnya, klub-klub maupun PSSI tidak mendapat pemasukan selama kompetisi berhenti untuk batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Dengan demikian, Shin Tae Yong bakal mengikuti jejak pelatih Timnas Thailand asal Jepang, Akira Nishino, yang gajinya sudah dipotong.

Dilansir dari Bongda, Nishino bahkan mengalami pemotongan gaji hingga 50 persen oleh Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) karena darurat virus corona.

Nishino merupakan salah satu pelatih timnas dengan gaji besar di kawasan Asia Tenggara. Ia menerima bayaran US$1 juta atau setara Rp16,5 miliar per tahun.

Sementara itu, gaji Shin Tae Yong di Timnas Indonesia kabarnya diperkirakan hanya sebesar Rp1 miliar per bulan.

Pos terkait