Setengah Tim KPK Pemburu Harun Masiku Tidak Lulus TWK

  • Whatsapp
Harun Masiku, Caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, terduga kasus suap komisioner KPU Wahyu Setiawan

JAKARTA – Nasib perburuan mantan Calon Anggota Legislatif dari PDIP Harus Masiku berpotensi terkatung-katung. Pasalnya, setengah anggota tim yang memburu salah satu tersangka suap eks komisioner KPU, Wahyu Setiawan, ini tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Salah satunya adalah Harun Al Rasyid.

Seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 6 Juni 2021, Harun merupakan salah satu anggota Satuan Tugas Daftar Pencarian Orang yang bertugas memburu buron KPK. Saat ini ada tujuh buron yang dikejar, termasuk Masiku.

Tim gabungan beranggotakan 14 personel dari berbagai bagian. Belum lama ditugasi, mereka langsung mengetahui lokasi Masiku. Menurut Harun Al Rasyid, Masiku bolak-balik Indonesia dan sebuah negara tetangga. Pada Mei lalu, Masiku disebut berada di Indonesia. Anggota tim Harun Al Rasyid membenarkan informasi tersebut.

Bacaan Lainnya

“Lokasinya telah diketahui,” ujarnya.

Harun Al Rasyid mengatakan sudah menyampaikan informasi ini kepada atasannya. Ia meminta izin memberangkatkan timnya ke negara dimaksud. Permintaan itu ditolak.

“Padahal kalau misalnya besok diizinkan, bisa kami langsung tangkap dia,” kata Harun.

Dihubungi lewat telepon selulernya, sang atasan tak kunjung merespons permintaan wawancara hingga Sabtu, 5 Juni lalu.

Harun merupakan satu dari 51 pegawai KPK yang tak diluluskan dalam tes wawasan kebangsaan. Tes ini merupakan buntut dari alih status pegawai KPK menjadi ASN.

Konsorsium Indonesialeaks menemukan TWK ini diduga dibuat atas desakan Ketua KPK Firli Bahuri. Dalam sebuah pertemuan, Firli ditengarai memaksa harus ada tes wawasan kebangsaan. Ia berdalih banyak taliban di KPK. Tudingan ini juga kerap dilemparkan para pendengung atau buzzer untuk menyudutkan penyidik KPK. Dalam beberapa kesempatan Firli membantah menarget beberapa penyidik KPK.

*Liputan ini merupakan kolaborasi konsorsium Indonesialeaks. Yaitu Jaring.id, Tirto.id, Majalah Tempo, Koran Tempo, Tempo.co, The Gecko Project, KBR, Suara.com, Independen.id.

Pos terkait