Sopir L300 Meninggal Saat Antar Penumpang

  • Whatsapp
Seorang sopir mobil L300 Abdullah Ibrahim meninggal dalam kecelakaan tunggal di simpang Jambo Tape, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Jumat (12/6). Foto : Ist

BANDA ACEH – Seorang sopir mobil minibus jenis L300 warna putih BL 1389 AB, bernama Abdullah Ibrahim warga Gampong Meunasah Keudee, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, meninggal dalam kecelakaan tunggal di simpang Jambo Tape, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Jumat (12/6) pukul 12.35 WIB.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kapolsek Kuta Alam Iptu Miftahuda Dizha Fezuono, SIK kepada wartawan di Banda Aceh, menyebutkan korban meninggal diduga karena kelelahan serta menderita penyakit jantung dan darah manis.

Bacaan Lainnya

Dikatakan, hasil visum,korban memiliki memiliki riwayat penyakit jantung, darah manis dan stroke, hasil visum et revertum oleh pihak medis juga dibenarkan oleh anak kandung korban Mahfud yang sedang berada di Banda Aceh.

Kapolsek menjelaskan, kronolagis kejadian, korban berangkat dari Pidie Jaya sekitar jam 08.00 WIB, dengan membawa penumpang sebanyak lima orang dengan tujuan Banda Aceh. Sesampainya di Banda Aceh korban menurunkan empat penumpang sesuai tujuan masing – masing.

“Sisapenumpang satu orang bernama Shinta Melda Rahma akan antar oleh korban ke Darussalam, namun pada saat mobil melintas dari arah kantor Camat Kuta Alam tepatnya di tikungan belakang pos Sat Lantas, mobil melaju lurus dan menabrak besi pembatas trotoar dan langsung berhenti,” terangnya.

Melihat hal tersebut, Shinta Melda Rahma yang duduk dibangku depan, langsung keluar seraya minta bantuan kepada anggota Brimob yang ada didekat tempat kejadian, bersama aparat, Shinta Melda Rahma membantu korban yang dalam keadaan kesakitan dengan memasang bantalan kursi pada kepala korban. Namun beberapa saat kemudian, korban meninggal dunia.

Piket Satuan Fungsi Polresta Banda Aceh bersama tim Innafis Polresta Banda Aceh serta unit Reskrim Polsek Kuta Alam langsung begerak ke TKP dengan memasang garis Police Line guna mengamankan lokasi.

Selanjutnya korban dievakuasi Tim Satuan Tugas Pencegahan Covid – 19 Kota Banda Aceh ke Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan dari ahli forensik RSUZA Banda Aceh dr. Taufik Suryadi,Sp.F dari hasil visum menyatakan bahwa tidak diketemukan luka akibat kekerasan ditubuh korban, korban meninggal bukan dikarenakan keracunan makanan ataupun minuman, tetapi korban diduga meninggal akibat penyakit yang diderita korban selama ini serta tidak ada gejala yang menunjukkan korban meninggal akibat dari covid-19.

Selanjutnya, korban diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke kampung halamannya dan pihak dari keluarga korban telah membuat penolakan otopsi, terang Kapolsek Kuta Alam. (dan)

Pos terkait