Suhendra Optimis Presiden Jokowi Tuntaskan Implementasi MoU Helsinki dan UUPA

  • Whatsapp
Presiden RI, Joko Widodo berbincang dengan Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud, dan Tokoh Intelijen, Suhendra Hadikuntono, pada acara Kenduri Kebangsaan di Bireuen, Aceh, Sabtu (22/02). Poto : Deddy Ridwan, Kanalinspirasi.com

BIREUEN – Tokoh Intelijen senior Suhendra Hadikunton mengemukakan optimisme yang tinggi bahwa implementasi butir-butir MoU Helsinki yang belum dipenuhi akan segera direalisasikan oleh pemerintah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kunjungan kerja Presiden Joko Widodo, pada Kenduri Kebangsaan, Sabtu (22/02) yang digelar Yayasan Sukma Bangsa, Bireun, Aceh.

“Saya sangat percaya terhadap itikad baik Presiden Jokowi untuk menyelesaikan secara tuntas MoU Helsinki, dan tidak terkecoh oleh cipta kondisi pihak mana pun yang tidak ingin hal ini terbuka, karena akan banyak pihak yang terkena dampaknya,” kata Suhendra.

Bacaan Lainnya

Presiden Jokowi menyatakan niat baik pemerintah pusat untuk menyelesaikan secara komprehensif implementasi butir-butir kesepakatan perdamaian atau Memorandum of Understanding (MoU), antara Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005, yang belum direalisasikan.

“Penyelesaian secara komprehensif MoU Helsinki merupakan kunci bagi kemajuan Aceh secara ekonomi, asal ada perbaikan tata kelola pemerintahan dari Pemprov Aceh,” ujar Suhendra.

Lebih lanjut Suhendra mengajak semua pihak baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk merealisasikan arahan dan instruksi Presiden Jokowi terkait penuntasan MoU Helsinki.

“Para pejabat negara di pusat harus bertindak obyektif dan arif mengikuti arahan Presiden Jokowi. Perspektif penyelesaian masalah implementasi butir-butir MoU Helsinki harus tetap mengacu pada arahan dan instruksi Presiden. Saya minta semua pejabat tidak memberikan masukan yang kontraproduktif dengan niat baik Presiden Jokowi untuk rakyat Aceh,” ujar Suhendra.

Kehadiran Suhendra bertemu langsung dengan Presiden Jokowi secara tiba-tiba di acara tersebut seolah-olah menjawab rumor akan ada pergantian Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dalam waktu dekat menggantikan Budi Gunawan. Saat dikonfirmasi tentang hal tersebut, Suhendra memilih tidak memberikan komentar.

“No comment, Itu adalah hak prerogatif Presiden Jokowi. Kedatangan saya di Bireuen ini dalam kapasitas saya sebagai sahabat Wali Nanggroe, dan memastikan tidak boleh ada pelemahan-pelemahan terhadap kebijakan Bapak Presiden, khususnya di Aceh,” ujar tokoh intelijen senior  yang juga dikenal sebagai “tokoh senyap.”

Suhendra Hadikuntono merupakan tokoh utama yang mendorong normalisasi kembali hubungan GAM dengan pemerintah pusat yang menghasilkan percepatan implementasi butir-butir MoU Helsinki yang sempat 15 tahun mengalami Dead Lock, hingga akhirnya mendapatkan kemajuan signifikan.

Dalam acara yang dihadiri Presiden Joko Widodo tersebut, turut hadir pula Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud Al-Haythar, beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, sejumlah mentri kabinet dan beberapa tokoh nasional.

Menariknya, dalam rombongan Suhendra terdapat Yanes Yoshua Frans, calon Wakil Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), yang juga dikenal “Singa Tua” di kalangan relawan.(*)

Pos terkait