Syukri Rahmat: Surat Bupati Bukan Perintah, Tapi Imbauan

  • Whatsapp
lebel dendeng babi Pilchiksungtak Aceh Besar
Syukri Rahmat SH, M.Kn, Juru bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Foto : Ist

ACEH BESAR – Juru bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Besar Syukri Rahmat SH, M.Kn menyatakan surat Bupati Mawardi Ali tentang rencana menghentikan sementara penerbangan di Bandara SIM, hanya bersifat menghimbau dan permohonan.

Hal itu disampaikan menanggapi berbagai tanggapan ditengah masyarakat terhadap surat imbauan Bupati Aceh Besar Mawardi Ali yang ditujukan kepada PT. Angkasa Pura II.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya persoalan rencana menghentikan sementara penerbangan yang disampaikan Bupati dalam surat itu bersifat imbauan dan permohonan, bukan memerintahkan penutupan bandara pada saat hari raya Idul Adha dan Idul Fitri,’’ kata Syukri Rahmat kepada Kanalinspirasi.com, Minggu (28/7).

Dasar pertimbangannya, kata Syukri, sebenarnya lebih untuk saling menghargai perayaan hari “kemenangan” umat Islam.

“Imbauan ini juga dilaksanakan hanya untuk beberapa jam saja, jadi jangan dipolitisir seolah – olah mau ditutup sehari penuh tidak ada penerbangan pada hari raya,” lanjutnya.

Ia juga menyatakan bahwa dalam persoalan ini Bupati Mawardi Ali sangat menyadari bahwa otoritas bandara itu ada pada PT Angkasa Pura yang bekerja dibawah korrdinasi Menteri Perhubungan.

Terkait tudingan yang menyatakan Bupati tidak paham pelaksanaan Syariat Islam dengan dikeluarkannya imbauan penghentian aktivitas Bandara pada hari raya, Syukri menyebut itu merupakan anggapan yang keliru.

“Surat ini merupakan imbauan,  bukan perintah. Dengan tujuan menghargai umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah merayakan Idul Fitri dan Idul Adha. Itu perlu dicatat,’’ tegas Syukri.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa imbauan tersebut juga belum final dan masih akan dikaji oleh pihak PT. Angkasa Pura dengan pihak otoritas bandara terkait lainnya.

“Kewenangannya ada pada mereka, kalau kemudian di setujui alhamdulillah dan kalau tidak juga tidak masalah, jadi tidak perlu terlalu di besar – besarkan juga,” sebutnya.

Syukri Rahmat yang baru diangkat sebagai jubir pemkab Aceh Besar juga mengaku heran atas adanya pihak  yang menuduh himbauan tersebut sengaja di lemparkan ke publik oleh Nupati untuk menutup – nutupi soal hubungan beliau dengan Wakil Bupati.

“Itu merupakan tuduhan yang aneh dan tendensius, bahkan terlalu dibesar-besarkan. Pak Bupati selalu berpesan, masalah besar dikecilkan, masalah kecil dihilangkan, mari fokus untuk membangun Aceh Besar,’’ ucapnya.

Atas semua tanggapan dan kritikan atas kebijakan imbauan pemkab Aceh Besar, Syukri menyebut Bupati Mawardi Ali mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Karena Bupati sendiri sangat mengharapkan dan terbuka atas masukan serta kritikan disampaikan dengan tujuan untuk membangun.

“Saya sangat mengenal pak Bupati. Beliau sangat suka berdiskusi dan terbuka untuk debat, semua masukan dan kritikan dengan alasan logis dan untuk kebaikan, pasti beliau terima,’’ sebut Syukri.

Namun ia mengharapkan, semua tanggapan dan kritikan disampaikan dengan menggunakan cara dan bahasa yang ber-etika, baik langsung maupun melalui media.

“Siapapun silahkan memberikan masukan, namun semua harus sesuai dengan aturan dan norma. Bek Dawa Peudeng Beuneung Basah (Jangan Berdebat Menegakkan Benang Basah – peribahasa Aceh)”, pungkasnya. (*)

Pos terkait