Takziah ke Rumah Duka, Wali Kota: Kasus Aris Jadi Yang Terakhir di Banda Aceh

  • Whatsapp
wali kota bertakziah ke rumah aris
Wali kota Banda Aceh Aminullah Usman beserta istri Nurmiaty AR, dan sejumlah pejabat Pemko Banda Aceh bertakziah ke rumah almarhum Aris Ananda (16) di Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Jumat (16/8). Foto : Humas Pemko Banda Aceh

BANDA ACEH – Wali kota Banda Aceh Aminullah Usman beserta istri Nurmiaty AR, dan sejumlah pejabat Pemko Banda Aceh bertakziah ke rumah almarhum Aris Ananda (16) di Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Jumat (16/8).

Seperti diberitakan sebelumnya, Aris menjadi korban kekerasan di kawasan Waduk Surien pada Minggu (11/8) lalu, dan jenazahnya ditemukan keesokan hari di tempat yang sama.

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Warga Gampong Surien Digemparkan Dengan Penemuan Sesosok Mayat

Saat Tiba di rumah duka, Wali Kota disambut langsung oleh orangtua almarhum Idris Ali beserta keluarga. Turut hadir mendampingi Camat Kutaraja Ari Januar beserta unsur Muspika lainnya, Keuchik Gampong Jawa Mukhlis dan perangkat gampong setempat.

Baca Juga : Kasus Pembunuhan di Surien, Polisi Amankan Tujuh Remaja

Kepada pihak keluarga korban, Wali Kota Aminullah menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. “Semoga keluarga tabah, tawakal, dan dapat mengambil hikmah atas musibah ini. Ajal bisa datang kapan saja. Kita semua akan kembali kepada Allah dengan berbagai cara.”

Ia pun sangat menyesalkan kasus itu terjadi di saat Banda Aceh belum lama ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai kota teraman di Indonesia. “Apalagi Banda Aceh juga baru saja dinobatkan sebagi Kota Layak Anak tingkat Madya.”

“Terlepas dari mayoritas tersangka merupakan pendatang atau warga dari luar kota, kasus seperti ini tidak boleh terjadi lagi ke depan. Saya berharap kasus almarhum ananda Aris ini menjadi yang terakhir terjadi di Banda Aceh,” tegas wali kota.

Baca Juga : Kronologi Pembunuhan Remaja di Surien, Kapolresta: Berawal Salah Paham

Untuk itu, ia mengajak segenap elemen kota mulai dari orangtua, keluarga, sekolah, pemerintahan mulai dari tingkat gampong hingga kota, hingga aparat keamanan, untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap anak.

“Mari kita lebih mawas diri dan lebih care kepada anak-anak kita, amanah paling berharga dari Allah SWT,” tutup wali kota.

Mewakili keluarga korban, Keuchik Gampong Jawa Mukhlis mengatakan dalam kasus ini pihaknya menegaskan tidak akan menempuh jalan damai. “Keluarga meminta agar hukum ditegakkan seadil-adilnya.”

“Sembari proses hukum tetap berjalan, kami juga menunggu para orangtua atau keluarga tersangka untuk datang bertakziah ke rumah duka. Sejatinya, selama ini tidak ada permasalahan antara orangtua korban dengan para orangtua tersangka,” katanya. (*)

Pos terkait