Tanggapi Kasus Natuna, MRI–ACT Aceh Gelar Aksi Bela Indonesia

  • Whatsapp
aksi diam peduli natuna act aceh
Foto : Doc ACT Aceh

BANDA ACEH – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Aceh bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh menggelar aksi diam peduli Natuna dengan membentangkan spanduk bertuliskan Bersama Jaga Natuna, Jaga Kedaulatan Indonesia! #Aksi Bela Indonesia. Aksi ini berlansung 30 menit di depan Kantor ACT Aceh Jalan Tgk Muhammad Daud Beureueh, Banda Aceh, Sabtu (11/1).

Koordinator Aksi Rizky Suryadi menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan respon terhadap persoalan yang terjadi di Natuna. “Pulau Natuna berada di Provinsi Kepulauan Riau dan berada dekat dengan Laut Cina Selatan. Kawasan tersebut sampai saat ini menjadi sumber konflik antara kedaulatan Indonesia dengan Cina,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, Natuna memiliki sumber kekayaan melimpah sehingga pihak asing mencoba melakukan eksploitasi di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia tersebut. Kekayaan alam Natuna antara lain minyak dan gas bumi, ikan pelagis besar dan kecil, lobster, udang, dan cumi-cumi. “Natuna berada di kawasan dengan sumber daya alam melimpah dan berbatasan langsung dengan laut bebas membuat Natuna menjadi incaran banyak negara tetangga,” lanjutnya.

Katanya, Cina sudah melanggar aturan dengan melakukan penangkapan ikan ilegal di Natuna. Dampaknya hasil tangkapan dari nelayan-nelayan Indonesia di Natuna berkurang. Otomatis pendapatan nelayan dapat terganggu akibat ulah Cina yang sama sekali tidak bertanggung jawab. “Posisi Natuna sangat jauh dari Cina. Natuna justru berdekatan dengan batas Vietnam dan Malaysia. Sehingga tidak masuk akal jika Cina mengklaim Natuna masuk wilayahnya,” tegasnya.

Sampai saat ini Natuna masih menjadi sasaran negara-negara asing untuk berlayar masuk ke wilayah tersebut. Bahkan Indonesia beberapa kali masih menangkap kapal-kapal asing yang masuk ke Natuna. “Karena itu kita menggelar aksi ini demi meningkatkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya menjaga kedaulatan Indonesia dari gangguan asing,” lanjutnya.

Kepala Cabang ACT Aceh Husaini Ismail mengharapkan partisipasi seluruh elemen masyarakat mendukung pertahanan negara perbatasan Indonesia. “Kewajiban kita sekarang adalah memupuk semangat patriotisme kepada seluruh kalangan masyarakat Indonesia agar memajukan serta menjaga kedaulatan bangsa,” pungkasnya.

Ia menjelaskan meskipun Natuna menyimpan kekayaan alam melimpah namun sebagian masyarakatnya hidup di bawah garis kemungkinan. Ditambah lagi sekarang kekayaan alam Natuna dicuri di depan mata. Karenanya, ACT secara umum sudah menyiapkan 1.000 ton pangan untuk dikirimkan kepada masyarakat Natuna dan aparat keamanan. “Beras yang kita kirimkan guna membantu nelayan dan warga Natuna sebagai penjaga terdepan perbatasan Indonesia di sana,” ucapnya.

Lanjutnya, ACT memiliki relawan yang siap berkoordinasi dengan TNI dalam meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap negara warisan para syuhada ini. “Mari kita tingkatkan kesadaran masyarakat untuk agama, bangsa, dan negara, salah satunya sesuai dengan profesi kita masing-masing. Misalnya wartawan lewat tulisannya, guru dengan didikan terhadap siswanya,” imbuhnya. (*)

Pos terkait