Tanggapi Tuduhan Menjual Darah, Ketua PMI Banda Aceh Salahkan Pengurus

  • Bagikan
Ketua PMI Banda Aceh Dedi Sumardi Nurdin memperlihatkan salinan MoU antara PMI Kota Banda Aceh dan PMI Kabupaten Tangerang kepada wartawan dalam konferensi pers di Aula UDD PMI Kota Banda Aceh, Kamis (12/5/2022) siang.

Kanalinspirasi.com, BANDA ACEH – Ketua PMI Kota Banda Aceh Dedi Sumardi Nurdin menyayangkan pernyataan beberapa oknum pengurus PMI Kota Banda Aceh kepada awak media sejak kemarin.

Ia mengatakan pernyataan beberapa pengurus PMI di media itu tanpa konfirmasi kepada dirinya dan juga kepada Kepala UDD PMI Kota Banda Aceh.

“Saya ingin meluruskan, saya sebagai ketua dilaporkan pada Januari 2022 lalu bahwa ada kelebihan stok darah di kita,” jelasnya dalam kepada wartawan dalam konferensi pers di Aula UDD PMI Kota Banda Aceh, Kamis (12/5/2022) siang.

Sejak kemarin PMI Kota Banda Aceh menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat, baik di media sosial maupun di media cetak karena dituduh menjual darah ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Tangerang.

Menanggapi tuduhan tersebut, Ketua PMI Kota Banda Aceh Dedi Sumardi Nurdin membantah isu bahwa alih distribusi darah ke UDD PMI Kabupaten Tangerang ilegal.

Ia juga menyatakan bahwa alih distribusi darah antar UDD itu hal yang lumrah.

“Distribusi darah antar UDD PMI itu hal yang lumrah karena PMI ini organisasi yang besar, namun kita tetap memprioritaskan suplai darah di wilayah kita dulu,” jelasnya.

Dedi Sumardi Nurdin kemudian memperlihatkan salinan MoU antara PMI Kota Banda Aceh dan PMI Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, manejemen PMI sudah profesional dan para staf bekerja sesuai SOP.

Informasi yang beredar sejak kemarin di berbagai media, PMI Kota Banda Aceh dituduh menjual darah ke Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Tangerang senilai Rp300 ribu per kantong.

“Bahasanya miris sekali karena kami dituduh menjual darah. Saya di sini tegaskan kami tidak pernah menjual darah,” ujarnya.(*)

Berita Terkait: Menunggu Audit, Pemerintah Aceh Tunda Donor Darah di PMI Banda Aceh

  • Bagikan
Exit mobile version