Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19 di Aceh, Sehari 74 Orang Positif

  • Whatsapp
pemerintah aceh jubid covid-19 aceh
Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani. Foto : Humas Setda Aceh

BANDA ACEH – Kasus Covid -19 di Provinsi Aceh dalam dua hari terakhir terjadi lonjakan cukup signifikan, jika pada, Rabu sebanyak 45 dilaporkan positif, maka pada, Kamis (30/7) sebanyak 74 warga Aceh positif corona, menyikapi penambahan cukup besar itu, Plt Gubenur Aceh Nova Iriansya meminta kepada semua bupati/walikota di Aceh siaga.

Juru Bicaca Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Saifullah Abdulgani (SAG) dalam siaran pers yang dikirim kepada, Kanalinspirasi.com, Kamis (30/7) malam melaporkan pada, hari ini ada 74 orang lagi korban baru terinfeksi virus Corona, ini akibat penularan lokal dari penderita Covid-19 yang konfirmasi positif sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Ia merincikan kasus-kasus baru tersebut tersebar di berbagai kabupaten/kota di Aceh, dengan rincian di Banda Aceh tercatat 37 orang, Bener Meriah 11 orang, Aceh Tamiang 7 orang, selanjutnya, Aceh Besar enam orang, Aceh Tenggara tiga orang, Pidie, Lhokseumawe, Langsa, masing-masing dua orang, Aceh Tengah dan Subulussalam masing-masing satu orang. Sedangkan sisanya dua orang dari luar daerah.

“Mereka yang positif Covid-19 tersebut umumnya Orang Tanpa Gejala (OTG), dan menjadi sumber penularan baru virus corona,” sebut SAG.

Ditambahkan, saat ini jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh secara akumulatif sebanyak 2.341 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.323 orang sudah selesai isolasi mandiri, dan 18 orang dalam pemantauan Tim Gugus Tugas Covid-19.

Sedangkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 139 kasus. Dari jumlah tersebut, 6 PDP dalam perawatan, 131 PDP telah dinyatakan sembuh, dan 2 orang meninggal dunia.
Jubir pemerintah Aceh ini, mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk senantiasa menjaga diri dan keluarga sehingga terhindar dari terpapar covid-19. Mengingat saat ini Aceh sudah banyak korban terpapar virus corona.

Berdasarkan hasil rekap data, jumlah akumulatif Covid-19 dari 23 kabupaten/kota, per tanggal 30 Juli 2020, pukul 18.00 WIB, sudah mencapai 312 orang. Rinciannya adalah 206 orang masih dalam perawatan, 94 orang sudah sembuh dan 12 orang dilaporkan meninggal dunia.
Siaga.

Seiring meningkatnya kasus positif covid-19 di Aceh dalam dua hari terakhir, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah menginstruksikan bupati/wali kota dan seluruh pimpinan SKPA/SKPK untuk siaga 1.

“Kita harus lebih disiplin lagi menekan kembali kasus covid-19 di Aceh,” kata Nova, melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, Kamis (30/7).

Mencermati lonjakan kasus dalam dua hari ini harus jadi cemeti bagi kita agar semua kita untuk lebih waspada.

Karo Humas menambahkan, sehari menjelang lebaran Idul Adha, para pimpinan daerah dan tokoh agama diharapkan terus melakukan sosialisasi dan pengawasan baik dalam kegiatan ibadah salat Id maupun saat penyelenggaraan pemotongan hewan qurban.

“Para pimpinan daerah bersama unsur terkait terus lakukan sosialisasi dan pengawasan untuk memutuskan rantai penularan virus corona”, kata Iswanto.

Plt Gubernur Aceh, kata Iswanto telah menyurati bupati/wali kota pada 20 Juli 2020 terkait pelaksanaan salat berjamaah pada Idul Adha nanti. Di antara poin surat itu adalah bahwa salat Idul Adha dapat dilaksanakan di semua daerah Zona Hijau dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Sedangkan di daerah Zona Kuning dan Zona Orange/Merah tergantung pada keputusan bupati/wali kota masing-masing, setelah berkoordinasi dengan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Yang pasti jikapun tetap menyelenggarakan salat berjamaah tetap harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Selain pada pelaksanaan salat Idul Adha, tambah Iswanto, protokol kesehatan juga harus diperhatikan pada penyembelihan hewan qurban. Kebersihan tenaga (personal hygine), kebersihan tempat dan peralatan yang dipergunakan harus mendapat perhatian serius.

“Prinsip-prinsip jaga jarak juga harus diterapkan pada saat pembagian daging hewan qurban kepada masyarakat,” katanya.

Sebelumnya MPU Aceh juga telah mengeluarkan tausiah terkait tata cara penyelenggaraan ibadah Idul Adha dan penyembelihan hewan qurban.

Di antara poin dari tausiah itu adalah setiap komponen masyarakat untuk mengumandangkan takbir dan melaksanakan ibadah shalat id di masjid dan tempat lainnya dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Selain itu, setiap komponen masyarakat untuk tidak melaksanakan kegiatan pawai takbir, menghindari kerumunan dan tidak melibatkan orang banyak di tempat dan saat penyembelihan hewan qurban. Sementara prosesi penyembelihan hewan qurban dilaksanakan setelah shalat Jumat.

Bagi mereka yang terlibat dalam pelaksanaan penyembelihan hewan qurban agar memperhatikan ketentuan-ketentuan qurban, baik hewan, tempat, proses maupun protokol kesehatan.

Bagi masyarakat yang melaksanakan ziarah, silaturrahim dan kegiatan lainnya agar memperhatikan ketentuan syariat dan protokol kesehatan. (rel)

Pos terkait