Terkait Permasalahan Warga Lhoknga, Bupati: Kita Akan Cari Solusi Bersama

  • Whatsapp
masyarakat lhoknga
Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali bersama Sekda, kepala OPD meninjau lokasi laut Lhoknga yang tertumpah batubara, Jumat (29/11). Foto : Ist

ACEH BESAR – Sekitar 150 perangkat gampong dan tokoh-tokoh masyarakat Kecamatan Lhoknga melaporkan berbagai hal menyangkut hajat hidup mereka ketika melakukan silaturahmi dengan Pemkab Aceh Besar yang dipimpin Bupati Ir Mawardi Ali di gedung UDKP Kecamatan Lhoknga, Jumat (29/11) pagi.

Beberapa hal yang disampaikan tokoh masyarakat Lhoknga secara bergantian itu meliputi persoalan pencemaran laut akibat tumpahnya batubara di laut, masalah tenaga kerja, pertanian, hingga penegakan syariat Islam kaffah dan permohonan penempatan personil Wilayatul Hisbah di lokasi wisata.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali didampingi Sekdakab Drs Iskandar MSi mengatakan, bahwa pertemuan ini diadakan dalam rangka sillaturrahmi dan bisa mendengar langsung kendala-kendala yang dihadapi oleh masyarakat, yang meliputi masalah lingkungan, pertanian, juga sumber daya manusia.

“Kita akan mencari solusi terhadap apa apa saja permasalahan yang dihadapi warga kecamatan lhoknga,” ucap Mawardi.

Ia juga mengatakan bahwa masalah yang paling besar yang sedang dialami oleh masyarakat Lhoknga ialah masalah lingkungan, terkait keberadaan PT. SBA (Solusi Bangun Andalas).

“Masalah pembebasan lahan, sumber daya manusia, juga air, yang digunakan masyarakat sehari hari merupakan hal utama yang harus kita selesaikan, dan Pemkab Aceh Besar akan berusaha semampunya untuk menindak lanjuti,” tambah Mawardi Ali.

Namun demikian, tambah bupati, sesuai arahan dari Presiden Republik Indonesia dalam pertemuan dengan Forkopimda se-Indonesia dua pekan lalu, untuk tidak menghambat investasi dalam bentuk apapun.

“Maka itu, kita harapkan PT SBA ini bisa mendatangkan manfaat yang baik untuk peningkatan ekonomi khususnya masyarakat Lhoknga,” ujarnya.

Pihak Forkopimda Aceh Besar juga akan duduk bersama pada Sabtu (30/11) untuk mencari solusi masalah itu.

Sementara itu, Camat Lhoknga,  Syarbini MM juga mengatakan bahwa permasalahan yang dirasa mendesak, yaitu musim tanam tahunan sudah sangat jauh bergeser, diharapkan pemikiran bersama untuk mencari solusi.

Tgk Wahid, salah seorang imam dan tokoh agama masyarakat Lhoknga meminta kepada pemerintah, untuk membenahi kawan wisata Lhoknga dan sekitarnya. “Wisata Lhoknga dan sekitarnya sarat potensi maksiat, maka tolong dirikan pos Wilayatul Hisbah, khususnya kawasan wisata Lhoknga,” pintanya.

Terkait masalah keamanan dan keselamatan para wisatawan, ia juga meminta untuk dibangun pos penanganan emergency di pinggir pantai.

“Lokasi markas TIM SAR yang lumayan jauh dari pantai, kami mohon untuk dibuatkan pos emergency, agar cepat penganan ketika ada kejadian-kejadian di pantai.

Usai shalat Jumat, bupati dan rombongan bertemu dengan pejabat jajaran PT. Solusi Bangun Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRK Aceh Besar, Abdul Muchti, Eka Rizkina, dan Gunawan, beserta unsur mukim dan tokoh masyarakat Lhoknga, dan kepala OPD Pemkab Aceh Besar. (*)

Pos terkait