Terlular Corona, Dokter RS Premiere Bintaro Meninggal Dunia

  • Whatsapp
hadio ali khazatsin
Para petugas medis bekerja terus menerus di tengah perebakan virus corona di rumah sakit kota Brescia, Italia utara (19/3). Foto : AP

JAKARTA – Duka mendalam dialami pihak Rumah Sakit (RS) Premiere Bintaro, setelah salah seorang dokter terbaiknya, dr. Hadio Ali Khazatsin meninggal karena tertular virus Corona atau Covid-19.

Salah satu dokter spesialis syaraf terbaik ini, menghembuskan napas terakhirnya di RSUP Persahabatan, pada Sabtu 21 Maret 2020. Sebelum meninggal, dr Hadio bertugas merawat sejumlah pasien Corona.

Bacaan Lainnya

Kabar ini dibenarkan oleh Marketing Manager RS Premier Bintaro M. Pringgondani. Namun, kata dia, dr Hadio tidak punya riwayat merawat pasien Corona dan dari luar negeri.

“Iya mas, beliau wafat. Mohon doanya ya. Tapi belum tahu mas, tertularnya di mana. Almarhum si enggak dari luar negeri dan enggak punya riwayat merawat pasien Covid,” kata Dani seperti dikutip dari SINDOnews, Minggu (22/3).

Baca Juga : Update Corona di Indonesia : 514 Positif, 29 Sembuh, 48 Meninggal Dunia

Saat ditegaskan terkait kabar yang beredar, bahwa dr Hadio merawat sejumlah pasien Corona, Dani kembali membantah. Dia menegaskan, hal itu tidak benar. Hadio tidak pernah merawat pasien positif Corona.

“Enggak mas, enggak merawat Corona. Mungkin terpapar dari pasiennya juga. Mungkin ada pasiennya yang carrier, membawa virus dan almarhum tertular virusnya,” sambung dia.

Saat mengetahui dr Hadio mengalami gejala Corona, pihak RSP Bintaro pun langsung merujuknya ke RS Persahabatan agar cepat mendapatkan pertolongan medis. Tapi nasib berkata lain, dr Hadio akhirnya meninggal.

“Saat ada gejala Covid, akhirnya kita rujuk ke RS Persahabatan. Ya mas, RS Premier yang merujuk. Enggak gampang. Sekarang mereka full terus. Rebutan kamar,” sambung Dani lagi.

Diakui Dani, RSP Bintaro memiliki sejumlah pasien suspect Corona. Pasien itu kemudian dirujuk ke sejumlah RS pemerintah, seperti RSPAD, Persahabatan, dan Sulianti Saroso.

“Suspect Covid ada beberapa yang sedang kami tangani dan nanti kami rujuk. Belum terhitung. Semua masih suspect Covid. Hampir disemua RS pasti sekarang merawat orang yang suspect Covid,” kata Dani.

Pos terkait