Ternak Ancam Keselematan Pengguna Jalan di Pidie

  • Whatsapp
binatang ternak meresahkan masyarakat pidie

SIGLI – Masyarakat di Kabupaten Pidie khususnya Kota Sigli dan sekitarnya kerap merasa terganggu dengan berkeliarannya binatang ternak seperti kambing, sapi dan kerbau di areal umum terutama di jalan raya.

Sudah cukup banyak manusia korban kecelakaan lalu-lintas yang dipicu oleh keberadaan ternak di jalanan akan tetapi tetap saja hal tersebut tidak membuat pemilik ternak peduli akan keselamatan jiwa sesama.

Tidak kurang secara hukum pemerintah setempat telah mengeluarkan Qanun No. 7/2012 tentang Penertiban Pemeliharaan Ternak di Kabupaten Pidie. Bahkan Bab III pasal 4 dan 5 telah secara gamblang memerinci sanksi bagi pelanggaran melepas ternak di tempat umum. Akan tetapi penerapannya seperti tidak efektif.

Bagi orang yang menghalangi penertiban pun jelas diancam pidana 6 bulan penjara atau denda hingga 50 juta rupiah. Tetap saja qanun tersebut terkesan mandul.

Syamsul Kamar warga Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie yang kerap menjadi pengguna jalan raya mengaku sering kesal akibat hadangan gerombolan ternak yang melintasi jalan.

“Malasalah ternak sapi berkeliaran di jalan raya Pidie sudah jadi dilema menahun hinga tidak sedikit masyarakat jatuh korban. Meskipun banyak pihak yang mengeluh tapi belum ada pihak yang serius menangani masalah ini hinga masyaralat pasrah hidup keseharian berdampingan dengan ternak.” Ungkap Syamsul sekaligus sebagai ekspresi kekesalannya saat laju kendaraannya dihalangi rosa (rombongan sapi) pada Selasa (30/4)saat melintas di kawasan Kotamini, Kabupaten Pidie.

Pos terkait