Terpilih Kembali, Ini Kiprah H Irmawan Politisi Asal Aceh di Senayan

  • Whatsapp
politisi aceh irmawan

BANDA ACEH – Irmawan S.Sos.MM, Politisi kelahiran Aceh Tenggara 2 Desember 1967 ini dipastikan kembali melenggang ke senayan dengan perolehan 57.289 suara badan dan 94.194 suara total berdasarkan rekapitulasi tingkat provinsi Aceh.

Bagi dunia perpolitikan Aceh, Irmawan bukanlah sosok asing atau pendatang baru. Ia pernah menjadi Anggota DPR Aceh periode 2009-2014 dan Anggota DPR RI periode 2014-2019 yang menjadi incumbent di pemilu legislatif 2019.

Politisi yang mempunyai misi menjadikan Provinsi Aceh yang sejahtera, berkeadilan, mandiri dan islami merupakan mantan Ketua DPD II KNPI Kabupaten Gayo Lues juga Ketua DPW PKB Aceh.

Kiprah di Komisi V

Irmawan saat ini merupakan satu-satunya anggota DPR RI asal Aceh yang duduk di Komisi V membidangi Kementarian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kementerian Perhubungan.

Setiap pembangunan sarana infrastruktur berupa jalan, jembatan, pelabuhan dan bandara perencanaannya haruslah melalui komisi V.

Salah satu komitmen H Irmawan adalah dengan mengusulkan peningkatan jalan-jalan provinsi menjadi tanggung jawab nasional seperti pembangunan ruas jalan menjadi dua jalur lintasan di Kabupaten Aceh Barat Daya yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat pelintas pantai barat Provinsi Aceh.

Selain itu, sebagai komitmen memperjuangkan kepentingan dunia pesantren Irmawan juga mengusulkan beberapa pembangunan rumah susun (Rusun) di beberapa pondok pesantren dan kampus di Aceh.

Suami dari Ellis Dewi ini merupakan anggota DPR yang rajin mengunjungi konstituen, bahkan jika sudah ‘’roadshow’’ ke daerah bisa menghabiskan waktu sampai 2 minggu di mulai jalur barat Provinsi Aceh, Aceh Jaya-Meulaboh-Nagan Raya-Abdya-Aceh Selatan-Subulusalam-Aceh Singkil- kemudian di lanjutkan ke Aceh Tenggara-Gayo Lues- Aceh Tengah-Bireun-Pidie Jaya-Pidie dan Aceh Besar.

Irmawan juga telah berkontribusi terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat Aceh  dengan mengurangi rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi layak huni dengan menganggarkan dana aspirasi ribuan unit bantuan rehab rumah pertahun melalui  Program Bantuan Stimulus Perumahaan Swadaya (BSPS) kerja sama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pemerintah Daerah dan komunitas masyarakat yang ditujukan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Bahkan karena kerja kerasnya memperjuangkan dan memastikan dana bantuan rehab rumah tersedia tiap tahunnya, sebagian masyarakat telah memberi Lakap ‘’Bapak Rumah Dhuafa Aceh’’ terhadap sosok H Irmawan. (*)

Pos terkait