Tersandung Kasus Korupsi Pembebasan Lahan, Mantan Wali Kota Sabang Ditahan Kejati Aceh

  • Whatsapp
zulkifli adam
Zulkifli Adam, Wali Kota Sabang periode 2012-2017, tampak mengenakan rompi oranye dikawal petugas dari Kejati Aceh dengan menggunakan mobil tahanan ke Rutan Kajhu, Aceh Besar, Kamis (5/9). Foto: Rahmat Mirza - Kanalinspirasi.com

BANDA ACEH – Mantan Wali Kota Sabang Zulkifli Adam, ditahan oleh penyidik Kejati Aceh karena diduga terbukti melakukan tindak pidana korupsi pembebasan lahan untuk pembangunan perumahan guru  di Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, tahun anggaran 2012. Dalam kasus ini, kerugian negara mencapai Rp 796 juta.

Zulkifli Adam, Wali Kota Sabang periode 2012-2017, tampak mengenakan rompi oranye dikawal petugas dari Kejati Aceh dengan menggunakan mobil tahanan ke Rutan Kajhu, Aceh Besar, sekitar pukul 15.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Selain Zulkifli, Kejati Aceh menahan Mismar selaku PPATK. Keduanya akan ditahan di Rutan Kajhu, Aceh Besar hingga 20 hari ke depan.

Zulkifli Adam, Wali Kota Sabang periode 2012-2017, tampak mengenakan rompi oranye dikawal petugas dari Kejati Aceh dengan menggunakan mobil tahanan ke Rutan Kajhu, Aceh Besar, Kamis (5/9). Foto: Rahmat Mirza – Kanalinspirasi.com

Penahanan mantan wali kota Sabang terkait kasus pembebasan lahan perumahan guru,” kata Munawal Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh kepada wartawan, Kamis (5/9).

Menurut Munawal, penahanan Zulkifli Adam terkait kasus pengadaan lahan pembangunan perumahan guru menggunakan biaya dari APBK Sabang  tahun 2012 senilai Rp1,6 miliar.

“Menurut hasil penghitungan ahli keuangan pada perkara ini didapati kerugian negara sebesar Rp 796 juta,” kata Munawal.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh, Munawal. Foto: Rahmat Mirza – Kanalinspirasi.com

Kasus dugaan korupsi tersebut bermula pada 2012, ketika Dinas Pendidikan Sabang hendak membangun rumah dinas guru dengan luas tanah di Cot Damar, Gampong Raya Seunara, Kecamatan Sukakarya, sekitar 9.437 m2 dan di Blang Tunong Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, dengan luas tanah sekitar 664 m2.

Sementara Zulkifli mengaku tidak bersalah dalam perkara ini. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada Oktober 2018.

Menurutnya, SK penetapan lokasi lahan untuk pembangunan rumah guru diterbitkan Pj Wali Kota Sabang Zulkifli HS pada Juni 2012.

“Sedangkan saya dilantik sebagai Wali Kota Sabang tanggal 17 September 2012. Artinya, saya belum jadi wali kota saat itu,” jelas Zulkifli. (*)

Pos terkait