Tersangka Kurir Sabu di Bandara Malikussaleh, Ternyata Ha Kakak Ipar VS

  • Whatsapp
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto SIK memperlihatkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu, dua tersangka H dan VS saat konferensi pers, Senin (21/12/2020). Keduanya tertangkap oleh petugas bandara saat membawa sabu-sabu tersebut di Bandara Malikussaleh, Aceh Utara, pada Sabtu (19/12/2020).

LHOKSEUMAWE – Tim Satresnarkoba Polres Lhokseumawe bersama petugas Bandara di Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, meringkus dua tersangka kasus sabu, di Bandara Malikussaleh ,pada Sabtu (19/12/2020). Keduanya warga asal Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, berinisial VS (32) dan Ha (40) telah ditetapkan tersangka.

Ha merupakan kakak iparnya VS (32), adiknya VS tertangkap nekat membawa sabu-sabu 1 Kg di Bandara Malikussaleh, Aceh Utara, pada Sabtu (19/12/2020) lalu.

Bacaan Lainnya

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto saat konferensi pers di Mapolres, Senin (21/12) sore, mengatakan petugas menyita dua paket besar sabu yang dibawa tersangka menggunakan tas ransel. Kronologi penangkapan tersangka itu berawal pada Sabtu, sekitar pukul 10.30 WIB, petugas di Bandara Malikussaleh mencurigai gerak-gerik dua calon penumpang dan tas bawaannya yang akan terbang dengan pesawat ke Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara.

Kemudian, petugas melakukan pemeriksaan badan dan barang melalui mesin X-Ray di bandara tersebut. Hasilnya, ditemukan dua paket besar narkotika jenis sabu terbungkus plastik transparan di dalam sebuah tas ransel warna biru. Lalu, petugas bandara dan personel Satresnarkoba menginterogasi tersangka VS dan Ha.

Setelah itu, tim Sat Resnarkoba melakukan pengembangan ke rumah tersangka Ha di Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Petugas melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti tambahan berupa satu paket kecil sabu seberat 16 gram yang disimpan oleh Ha di dalam bungkusan pembalut wanita (softex) yang disimpan di kamar tersangka Ha.

“Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan ke rumah tersangka VS di Kecamatan Juli, Bireuen. Tetapi, tidak ditemukan barang bukti tambahan,” ujar Eko.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal bahwa barang bukti tiga paket sabu itu diperoleh tersangka dari orang lain berinisial A, yang kini dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Saat ini tersangka VS dan Ha ditahan di Polres Lhokseumawe untuk pemeriksaan lebih lanjut. Menurut Eko, kedua tersangka telah melakukan penyalahgunaan narkotika dengan cara tanpa hak dan melawan hukum menerima, memiliki, menguasai, menyimpan, dan menjadi perantara dalam jual beli sabu.

Hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 114 Ayat 2 jo Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Berdasarkan Pasal 112 pada poin pertama itu pidana penjara paling singkat empat tahun, dan paling lama 12 tahun.

Sedangkan Pasal 114 poin satu disebutkan bahwa pidana penjara paling berat seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat antara lima tahun dan 20 tahun,” ujar Eko.

Barang bukti yang diamankan, dua paket besar sabu seberat 129 kilogram, dan satu paket kecil sabu, sebuah tas ransel warna biru, uang tunai Rp2 juta, dua lembar tiket pesawat, dua handphone, dan satu timbangan warna merah.

Pihaknya masih melakukan pengembangan lebih lanjut siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut, pungkas AKBP Eko.[]

Pos terkait