Tiga Ekonom Aceh Tulis Buku Konvergensi Pertumbuhan Ekonomi

  • Whatsapp

ACEH UTARA – Tiga ekonom Aceh, Prof Apridar (Universitas Malikussaleh) Dr Nasir dan Dr Abd Jamal (Universitas Syiah Kuala) menulis buku Konvergensi Pertumbuhan Ekonomi Suatu Analisis Pascapelaksanaan Otonomi Daerah di Indonesia. Buku yang diterbitkan Graha Ilmu Yogyakarta itu kini bisa dibeli di sejumlah toko buku tanah air.

Buku ini membahas kajian Konvergensi Pertumbuhan Ekonomi suatu Analisis Pasca Pelaksanaan Otonomi Daerah di Indonesia yang sangat penting untuk diketahui di tanah air.

“Dengan adanya analisis ini diharapkan diperoleh masukan terhadap nilai tambah yang diperoleh dengan diberlakukan otonomi daerah. Harapan semua orang otonomi daerah dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan suatu daerah. Setiap daerah memiliki potensi dan sifat yang berbeda-beda.

Sehingga sangat sukar untuk diterapkan suatu kebijakan yang sama dengan kondisi daerah yang berbeda-beda. Sehingga tidaklah berlebihan banyak masyarakat yang menaruh harapan besar terhadap percepatan pembangunan melalui otonomi daerah,” sebut Prof Apridar, mantan Rektor Universitas Malikussaleh itu, Senin (2/9).

Dia menyebutkan buku itu hasil penelitian mereka di Indoensia. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu penilaiaan terhadap keberhasilan pembangunan suatu daerah.

Dimana dengan adanya pertumbuhan ekonomi diharapkan akan menambah pendapatan masyarakat sehingga kesejahteraan masyarakat akan terjadi. “Untuk dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, tentu sangat diperlukan adanya investasi. Dengan dibukanya kran otonomi daerah, membuat daerah bisa lebih kreatif dalam menciptakan berbagai investasi baru di daerah masing-masing.

Selain itu dengan adanya otonomi ini pemerintah daerah dapat meningkatkan investasi dari berbagai sektor. Sehingga perputaran ekonomi akan semakin cepat,” ujar guru besar Ilmu Ekonomi itu.

Buku ini ditulis untuk menganalisis konvergensi pertumbuhan ekonomi antar provinsi di Indonesia, dan beberapa faktor yang mempengaruhinya. Buku yang ada ditangan saudara ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan dengan data sekunder 33 provinsi-provinsi di Indonesia, menggunakan model analisis regresi panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM).

Hasil estimasi menunjukkan bahwa secara signifikan terjadinya konvergensi pertumbuhan ekonomi, baik konvergensi σ (sigma), β-absolut maupun β-conditional. Secara simultan Investasi Asing, Belanja Pemerintah Daerah dan Modal Sosial secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Penelitian ini juga menemukan bahwa Modal Sosial merupakan salah satu variabel arternatif dalam pembangunan ekonomi, dimana hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Modal Sosial dengan proxi anggota koperasi berpengaruh positif terhadap pendapatan perkapita pada 33 provinsi di Indonesia.

Hasil analisis terhadap half-life β-absolut sambung Apridar, untuk mengetahui pendapatan perkapita awal, bahwa propinsi yang pendapatan perkapitanya kecil pertumbuhan minimum yang harus dicapai adalah 3,2 persen pertahun dan untuk menuju setengah steady-state, dibutuhkan waktu selama 21,6 tahun, secara overall untuk menutupi secara keseluruhan ketimpangan pertumbuhan ekonomi dibutuhkan waktu 43,2 tahun.

sedangkan β-conditional bahwa propinsi yang pendapatan perkapitanya rendah, untuk menuju setengah steady-state, dibutuhkan waktu selama 21,7 tahun, secara overall untuk menutupi secara keseluruhan ketimpangan pertumbuhan ekonomi dengan dukungan pengaruh investasi asing (FDI), belanja langsung daerah (DX) dan Modal Sosial (SC) dibutuhkan waktu 43,4 tahun dengan syarat kondisi pertumbuhan ekonomi propinsi terutama provinsi yang pendapatan perkapita rendah harus tumbuh sekurangnya 3.4 persen.

Modal sosial sangat signifikan pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi antar daerah di Indonesia. Sehingga sangat menarik dilakukan suatu penelitian yang komprehensif terhadap pencapaiaan pertumbuhan dan sejauh mana kecepatan konvergensi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk menganalisis konvergensi pertumbuhan ekonomi antar Provinsi di Indonesia periode 2010-2016 dengan menyertakan Pengaruh Investasi Asing, Pengeluaran Pemerintah Daerah dan Pengaruh Modal Sosial terhadap pertumbuhan PDRB perkapita pada provinsi-provinsi di Indonesia,” bebernya. (*)

Pos terkait