Tinjau Banjir Aceh Utara, Ini Perintah Doni Monardo untuk Cek Mad

  • Whatsapp
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo melakukan peninjauan lokasi terdampak banjir di Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (10/12/2020).

ACEH UTARA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo melakukan peninjauan lokasi terdampak banjir di Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (10/12/2020).

Kegiatan peninjauan lapangan tersebut dilakukan guna melihat langsung kondisi terkini sekaligus memetakan beberapa permasalahan untuk kemudian diambil langkah-langkah penanganannya.

Bacaan Lainnya

Dalam peninjauan bersama Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal, Bupati Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Thaib, Kepala Pelaksana BPBA Sunawardi Desky, Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto, S.A.P dan beberapa jajaran dari Pemkab setempat, Doni memberikan tiga arahan untuk kemudian dapat diimplementasikan dalam tiga tahapan waktu meliputi penanganan jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Adapun tindakan yang dapat dilakukan untuk jangka pendek menurut Doni adalah dengan memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak, khususnya bagi mereka yang menjadi korban, termasuk bagi yang berada di pengungsian.

Dalam masa pandemi COVID-19, Doni Monardo yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 meminta agar pihak penyelenggara pengungsian warga terdampak banjir dapat memisahkan antara kelompok rentan dengan mereka yang usia muda.

Hal itu dilakukan mengingat penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 masih berpotensi terjadi dari mereka yang berusia muda dan memiliki mobilitas tinggi kepada para kelompok rentan.

Apabila kemudian ada yang terjangkit COVID-19 tanpa gejala dan tidak sengaja menulari para kelompok rentan di pengungsian, maka hal itu dapat menjadi lebih buruk.

“Memisahkan antara kelompok yang rentan dengan masyarakat yang secara fisik sehat,” ujar Doni.

Adapun menurut Doni, kelompok yang masuk dalam kategori rentan tersebut meliputi lansia, kemudian bagi mereka yang mempunyai penyakit penyerta atau komorbid, ibu hamil dan menyusui serta anak balita.

“Itu wajib dipisahkan tidak boleh disatukan dengan kelompok yang usia muda. Demikian juga mereka yang dalam kondisi hamil dan sedang menyusui serta anak balita,” jelas Doni.

Dari segi penanganan darurat, BNPB akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mempercepat proses pengerukan sumbatan dan sedimentasi di bagian hilir agar genangan banjir segera surut.

“Kami juga akan memberikan dukungan bekerja sama dengan Kementerian PUPR untuk mempercepat agar aliran air yang ada di darat ini segera masuk ke laut,” kata Doni.

Dari pantauan langsung dari pesawat sebelum mendarat, Doni melihat sendiri bahwa bagian hilir sungai mengalami penyempitan, sehingga hal itu harus segera ditangani dengan mengerahkan sejumlah alat berat.

“Saya melihat adanya pendangkalan muara sungai dan penyempitan. Sehingga kita akan segera menyiapkan backhoe dan kendaraan amphibi,” jelas Doni.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo melakukan peninjauan lokasi terdampak banjir di Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (10/12/2020).

Dalam rangka mendukung upaya penanganna darurat jangka pendek tersebut, Doni Monardo memberikan bantuan langsung berupa kebutuhan logistik dan peralatan berupa 1 unit tenda pengungsi, 5.000 paket swab antigen, 100.000 masker kain, 10.000 masker KF94, 100 lembar matras, 100 lembar selimut.

Kemudian untuk jangka menengah, BNPB akan memberikan dukungan dalam rangka pembangunan atau pemulihan kembali infrastruktur bersama Kementerian PUPR, terutama perbaikan tanggul dan bantaran sungai yang rusak dengan konsep ekologi dan konservasi lingkungan.

“Selain membangun kembali atau memulihkan kembali infrastruktur terutama tanggul-tanggul, ini nanti akan sandingkan dengan tanaman vetiver atau akar wangi,” kata Doni.[]

 

Pos terkait