TNI AL Gelar Latihan Tempur di Laut Natuna Utara

  • Whatsapp
kri jhon lie
KRI Sutanto-377, KRI Cut Nyak Dien-375, dan KRI Wiratno-379, KRI Jhon Lie-358, 1 Pesawat Udara P-8303/CN-235 Uji kesiapan operasional Alutsista KRI dan Pesawat Udara TNI AL, Guspurla Koarmada I melaksanakan Latihan Gundala Sakti-20 di Perairan Laut Natuna Utara, Jumat (23/10). Foto : Doc.KRI Sutanto-377

MEDAN – Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I Latihan Gundala Sakti-20 di Perairan Laut Natuna Utara, Jumat (23/10).

Latihan tersebut dipimpin Komandan Guspurla Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Dato Rusman.

Latihan ini untuk meningkatkan kemampuan tempur personil serta uji kesiapan operasional Alutsista KRI dan Pesawat Udara TNI AL.

Kegiatan latihan tempur dilaksanakan dalam 2 tahap yakni Harbour Phase tanggal 19 sampai 20 Oktober 2020 di Dermaga Sabang Mawang dan Sea Phase tanggal 21 hingga 22 Oktober 2020 di Perairan Natuna.

Latihan melibatkan 4 unsur KRI yakni KRI Jhon Lie-358, KRI Sutanto-377, KRI Cut Nyak Dien-375 dan KRI Wiratno-379, serta 1 Pesawat Udara Patroli Maritim (Patmar) P-8303/CN-235.

Materi latihan yang digelar yaitu latihan peperangan anti udara, peperangan anti kapal permukaan, peperangan anti kapal selam, latihan komunikasi dan manuver taktis.

Komandan Guspurla Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Dato Rusman menyampaikan, bahwa latihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan tempur personel serta mengoptimalkan kerjasama dan koordinasi antar Alutsista KRI dengan Pesawat Udara TNI AL yang beroperasi di Perairan Laut Natuna Utara.

“Kerjasama dan koordinasi antara KRI dengan Pesawat Patroli Maritim TNI AL di daerah operasi sangat penting. Kerjasama ini akan meningkatkan taktik dan strategi operasi di lapangan yang harus terus berimpruvisasi untuk menghadapi tantangan yang dinamis dan semakin kompleks,” ujar Danguspurla Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Dato Rusman, dalam keterangan tertulis kepada awak media, Jumat (23/10).

Sementara itu, Panglima Koarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid menjelaskan, bahwa latihan dan gelar operasi Koarmada I harus seimbang, seiring dengan perkembangan ancaman.

Ia mengatakan, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono telah memprioritaskan bahwa dalam pembangunan kekuatan TNI AL harus ada penyelarasan doktrin, operasi, latihan dan system pelatihan yang fleksibel dan adaptive terhadap dinamika situasi terkini.

“Begitu juga Latihan Gundala Sakti 20 ini bertujuan untuk tetap menjaga kemampuan tempur melalui latihan dengan memperhatikan prosedur Covid-19,” demikian Panglima Koarmada I, Laksda TNI Abdul Rasyid.(mad)

Pos terkait