Tunggak Listrik, Kajari Segera Panggil Cek Mad

  • Whatsapp
listrik aceh utara
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Utara Pipuk Firman Priyadi. Kanal Inspirasi/Rahmat Mirza

ACEH UTARA – PT PLN Unit Induk Wilayah Aceh, Lhokseumawe bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara menagih tunggakan listrik ke Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sebesar Rp 1,2 miliar.

PLN telah menagih listrik tersebut pada 28 Juli 2020. Masing-masing kantor belum membayar tagihan listrik mulai dua hingga tujuh bulan.

Bacaan Lainnya

Tagihan itu berasal dari sejumlah kantor. Mulai dari Kantor Bupati Aceh Utara, Rumah Sakit Pratama Lhoksukon, Kantor Dinas Lingkungan Hidup, BPBD Aceh Utara, Kantor Kepala Desa Tanjung Drien, dan Gedung Farmasi Dinas Kesehatan Aceh Utara, kata Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Pipuk Firman Priyadi, Kamis (6/8).

“Manager PT PLN Lhokseumawe, Heru Eriady memberikan surat kuasa khusus kepada Kejaksaan untuk melakukan penagihan tunggakan itu. Kita panggil segera Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib untuk membicarakan kesanggupan pelunasan pembayaran listrik,” kata Pipuk.

Kajari menyebutkan, tagihan itu sebagian berada di kantor dinas. Sehingga jaksa memanggil kepala dinas.

“Kita sudah panggil Kepala BPBD Aceh Utara, Amir Hamzah, sudah hadir dan buat surat kesanggupan membayar. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin kita panggil belum hadir, alasannya sedang dinas luar,” ujar Pipuk.

Selanjutnya, akan diberi batas waktu kesanggupan membayar. Pasalnya, mekanisme pencairan anggaran negara juga butuh waktu.

“Sebenarnya listrik itu kan anggaran rutin, jadi tak ada alasan tidak membayar. Maka, kita panggil, kita tanya apa kendala sampai belum bayar dan menunggak,” pungkas Kajari Aceh Utara Pipuk Firman Priyadi. (mad)

Pos terkait