Uang dan Perhiasan Emas Disumbang Jamaah Masjid di Aceh untuk Palestina

  • Whatsapp
BKM Masjid Oman Al-Makmur, Tim ACT Aceh, dan MRI Banda Aceh berfoto bersama saat serah terima donasi dari hasil penggalangan.

BANDA ACEH – Jamaah Masjid Oman Al-Makmur mengumpulkan donasi membantu Palestina. Penggalangan tersebut dilaksanakan serangkaian dengan kajian Palestina yang diisi oleh Ustaz Dr. H. Tgk. Amri Fatmi, Lc. MA dan dipandu oleh Ustaz Muzammil Hasballah mulai dari setelah salat magrib hingga menjelang isya, Lampriet, Banda Aceh, Rabu malam (19/5/2021).

Sumbangan yang diterima berupa uang tunai, transfer ke rekening, dan batangan maupun perhiasan emas. Total hasil penggalangan yang mencapai Rp 143.248.000 itu disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh.

Bacaan Lainnya

Ustaz Amri Fatmi di hadapan ribuan jamaah yang memadati lantai satu dan lantai dua masjid menyampaikan, membantu Palestina adalah bagian dari perjuangan akidah, bukan masalah politik. Di sana terdapat Masjid Al-Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam. Kemudian, pasti ada indikasi mengapa dalam peristiwa israk dan mikraj Nabi Muhammad singgah di sana.

Ia menyampaikan penduduk Israel bukanlah penduduk asli. Mereka dulu menempati negara seperti Rusia dan Eropa Timur. Akibat merasa tidak aman mereka dibawa ke Palestina.

“Zionis menciptakan beragam mitos bahwa Palestina adalah bumi tanpa tuan untuk tuan tanpa bumi. Tidak ada orang pemiliknya. Mitos ini ditanam kepada seluruh Yahudi yang pindah ke Palestina,” pungkasnya.

Ia menegaskan bahwa zionis bukanlah negara kuat. Seorang pemikir muslim asal Mesir yang ahli tentang zionis dalam bukunya menyatakan bahwa negara Israel dengan sendirinya pasti akan berakhir.

Yahudi itu penakut. Mereka yang pindah ke Palestina untuk mencari aman. Agar mau pindah ke Israel mereka dijanjikan keamanan. Mereka memiliki dua paspor yakni paspor Israel dan paspor negara asalnya. Tujuannya agar jika terjadi sesuatu di Israel mereka bisa pindah kembali ke negara asal.

Pemerintah Israel sangat takut warga negaranya pindah. Pada saat roket Hamas sampai di Tel Aviv, mereka sudah berbicara akan berakhirnya Israel. “Israel tidak kuat, mereka negaranya sangat lunak sekali. Masyarakatnya tidak menyatu dengan tanah mereka. Generasi Israel sekarang sekulerisme dan hedonis, banyak mereka menentang kewajiban militer,” terangnya.

“Yahudi tidak pintar, tidak jenius. Mereka pintar bukan karena gen Yahudi-nya, tapi karena faktor lingkungan,” imbuhnya.

Ustaz Muzammil Hasballah juga mengajak jamaah memberikan infak terbaiknya kepada Palestina. Insya Allah sedekah yang ikhlas mendapatkan balasan dari Allah di akhirat kelak. “Sedekah adalah bukti keimanan seseorang,” ujarnya.

Setelah ibadah salat isya dilanjutkan dengan penyampaian oleh tim ACT Aceh terkait program-program yang sudah dilaksanakan di Palestina. Sementara para jamaah sangat antusias dalam menyalurkan kepeduliannya untuk perjuangan para mujahid di Palestina.

Kepala Cabang ACT Aceh Zulfurqan mengajak jamaah tidak pernah berhenti membantu Palestina karena zionis Israel tidak pernah bosan menghancurkan Palestina. Hingga sekarang ACT terus menerus mengirimkan bantuan hasil dari kedermawanan masyarakat dalam bentuk beragam program. Di antaranya pengiriman 100 ton bantuan pangan kepada rakyat Palestina.

Pengiriman sedekah untuk Palestina dapat melalui rekening Bank Aceh Syariah Bank Aceh Syariah 01001930009205, BNI Syariah 6600011008, Mandiri Syariah 7089786023, BRI Syariah 1050610469, dan Bank Permata Syariah 8040092006 atas nama Aksi Cepat Tanggap. Pastikan donasi terkonfirmasi melalui WhatsApp 082283269008 atau Instagram @act_aceh.

Sedekah juga dapat diantar langsung ke Kantor ACT Aceh di Jalan Teungku Muhammad Daud Beureueh, Gampong Keuramat, Kuta Alam, Banda Aceh. “Jika Anda mencurikan penggalangan donasi yang mengatasnamakan ACT maka dapat langsung menghubungi kantor ACT Aceh,” pungkasnya.(*)

Pos terkait