VPN Bisa Retas Data Nasabah Perbankan?, BI Pastikan Aman

  • Whatsapp
gubernur bank indonesia

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, sejauh ini transaksi perbankan masih berjalan lancar, meskipun banyak masyarakat mengunduh aplikasi VPN gratisan. Seperti diketahui sebelumnya masyarakat banyak mengunduh aplikasi penyedia Virtual Private Network (VPN) secara gratis untuk menyiasati langkah pemerintah membatasi sejumlah media sosial akibat adanya kericuhan demonstrasi 22 Mei lalu.

VPN sendiri diyakini berpotensi berbahaya bagi data nasabah perbankan, salah satunya jika VPN diaktifkan bersamaan dengan melakukan transaksi melalui mobile banking atau internet banking. Akan tetapi Perry Warjiyo menegaskan, sejauh ini transaksi perbankan berjalan aman. “Transaksi perbankan dan digital economy berjalan lancar dan aman,” ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (24/5).

Bacaan Lainnya

Meski demikian, Perry enggan menanggapi lebih lanjut mengenai risiko negatif dari penggunaan aplikasi VPN gratis tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, tidak masalah penggunaan VPN saat mobile banking aktif. “Enggak apa-apa itu aman,” jelasnya.

Sebelumnya, PT Bank Central Asia (BCA) menghimbau agar nasabah tidak mengaktifkan VPN saat melakukan transaksi mobile banking. Hal ini dikarenakan bisa meretas data nasabah yang tentunya akan sangat merugikan. BCA pun menyarankan agar jika ingin menggunakan mobile banking, maka VPN agar dinonaktifkan untuk menjaga data nasabah agar tidak teretas.

“Dear Bapak dan Ibu Nasabah Yth… Bagi bapak ibu yang sudah mengaktifkan aplikasi Virtual Private Network (VPN) Free yang ada di Android atau Iphone agar bisa connect ke aplikasi sosmed (WA, FB, Instagram dll) mohon untuk tidak melakukan transaksi perbankan,” ujar IT Security Awareness Program Lian Feary.

Sumber: SindoNews.com

Pos terkait