Wabah Corona Mewabah, Iran Ampuni 10.000 Tahanan

  • Whatsapp
pemerintah iran
Seorang wanita Iran mengenakan masker pelindung berdiri di dalam bus di Teheran, 29 Februari 2020. Dia mengenakan masker saat virus corona mewabah. Foto/REUTERS via WANA

TEHERAN – Pemerintah Iran memutuskan akan mengampuni 10.000 tahanan, termasuk tahanan politik, untuk menghormati tahun baru Iran pada hari Jumat (20/3) besok. Grasi untuk tahanan sebanyak itu diberikan di saat negara para Mullah dilanda virus corona jenis baru, COVID-19.

Tidak disebutkan apakah pengampunan ini akan mencakup pekerja bantuan Inggris-Iran; Nazanin Zaghari-Ratcliffe, yang dibebaskan pada hari Selasa selama dua minggu, ketika 85.000 tahanan dibebaskan sementara karena wabah virus corona baru.

Bacaan Lainnya

Akademisi Inggris-Australia, Kylie Moore-Gilbert, diketahui juga telah dibebaskan. Namun, belum diketahui apakah dia juga bagian dari 10.000 tahanan yang diampuni.

“Sejumlah besar tahanan yang telah dibebaskan sementara tidak perlu kembali ke penjara setelah pengampunan pemimpin,” kata Gholamhossein Esmaili, seorang juru bicara pengadilan Iran, seperti dikutip Reuters, Kamis (19/3).

“Mereka yang akan diampuni tidak akan kembali ke penjara hampir setengah dari tahanan (politik) terkait keamanan itu akan diampuni juga,” lanjut dia.

“Poin yang belum pernah terjadi sebelumnya adalah bahwa grasi ini juga mencakup tahanan terkait keamanan dengan hukuman penjara kurang dari lima tahun.”

Zaghari-Ratcliffe dijatuhi hukuman lima tahun penjara pada 2016. Sedangkan Moore-Gilbert telah ditahan di sebuah penjara di Teheran selama 18 bulan setelah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh pengadilan rahasia atas tuduhan spionase. Dia membantah tuduhan tersebut.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah menangkap puluhan warga negara ganda dan warga asing selama beberapa tahun terakhir, termasuk warga Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, Austria, Prancis, Swedia, Belanda, dan Lebanon. Teheran membantah alasan politik di balik penahanan orang-orang tersebut dan menuduh para tahanan asing melakukan spionase.

Wabah virus corona baru telah mendorong seruan dari PBB dan Amerika Serikat terhadap Iran untuk membebaskan para tahanan politik, termasuk puluhan warga negara ganda dan warga asing. Alasannya, penjara Iran penuh sesak dan rawan dengan infeksi COVID-19.

Iran diklaim memiliki 189.500 orang di penjara. Angka ini berasal dari pelapor khusus PBB tentang hak asasi manusia di Iran, Javaid Rehman, yang diajukan ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada Januari lalu. Banyak tahanan terkait dengan protes anti-pemerintah pada bulan November 2019.

Pos terkait