Wali Nanggroe dan Mantan Panglima GAM Minta Suhendra Bertemu Presiden

  • Whatsapp
mantan panglima gam
Pengamat intelijen senior Suhendra Hadikuntono (kedua dari kiri) bersama Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud Al-Haytar. Foto : Ist

ACEH BESAR – Para mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) serta kombatan GAM menggelar pertemuan tertutup dengan pengamat intelijen senior Suhendra Hadikuntono. Pertemuan berlangsung di Meuligo atau Istana Wali Nanggroe di Aceh Besar, Jumat (10/1).

Selain Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud sebagai tuan rumah dan Suhendra Hadikuntono sebagai tamu kehormatan, pertemuan juga dihadiri mantan Panglima GAM Muzakir Manaf. Serta 23 mantan Panglima Wilayah GAM seluruh Aceh, di antaranya Darwis Jeunieb, Sarjan Abdullah, dan Kamaruddin Abubakar.

Bacaan Lainnya

Pertemuan tertutup mantan Panglima, Ketua KPA dan kombatan GAM se-Aceh ini membahas butir-butir dalam Memorandum of Understanding (MoU) Pemerintah RI dan GAM, yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005, yang belum dilaksanakan pemerintah pusat, antara lain soal pengibaran bendera Bulan Bintang yang merupakan simbol budaya rakyat Aceh.

Dalam rilis yang diterima Kanalinspirasi.com dari staf khusus Suhendra,  para mantan panglima GAM menugaskan Suhendra Hadikuntono bertemu Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan hasil pertemuan tertutup dengan tuan rumah Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud Al-Haytar itu.

“Tak elok kalau saya sampaikan di sini. Ini amanat harus saya sampaikan kepada Bapak Presiden dulu. Biarlah Bapak Presiden yang nanti perlu menyampaikan atau tidak menyampaikan ke publik,”  ungkap Suhendra diplomatis menanggapi tugas menemui Presiden permintaan mantan Panglima GAM tersebut.

Sesampai di Jakarta, Suhendra akan langsung menghadap Presiden Jokowi. Ia berharap mantan Gubernur DKI Jakarta itu responsif, karena persoalan yang dihadapi rakyat Aceh ini sudah sangat mendesak untuk diselesaikan. Jangan sampai terjadi gejolak lagi di Aceh.

Langkah GAM mengundang Suhendra dalam pertemuan tertutup itu juga tak lepas dari prestasinya meredam gejolak di Aceh pasca-Komnas HAM memanggil Mualem untuk diperiksa beberapa waktu lalu. (*)

Pos terkait