Warga Alue Padee Abdya Buang Sampah Melalui Bank

  • Whatsapp
pekka aceh barat daya

BLANGPIDIE – Berawal dari sebuah gagasan ibu-ibu yang merupakan anggota Serikat Pekka Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya, saat ini masyarakat Gampong Alue Padee sudah terbiasa ‘membuang’ sampah melalui bank. Bank Sampah tentunya.

Ibu-ibu anggota dan kader Pekka (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga) mengawali pengelolaan bank sampah dari sebuah tugas yang diberikan dalam Sekolah Perempuan Desa yang disebut Akademi Paradigta pada 2017 silam, dimana setiap peserta ditugaskan untuk membuat gagasan inovatif yang salahsatunya mengelola sampah.

Bacaan Lainnya

Ide tersebut kemudian direspon positif oleh Keuchik Alue Padee, M. Rasyid yang menindaklanjutinya dengan alokasi dana desa melalui musrembangdes tahun 2018 sebesar 28 juta rupiah untuk modal pengembangan seperti membeli becak, timbangan dan sebagainya.

“Awalnya usaha tersebut bermodal 500 ribu rupiah dari hasil iuran ibu-ibu.” Ungkap Busna selaku Sekretaris Pengelolaan Bank Sampah.

Kini usaha tersebut sudah berjalan dengan lancar dimana warga bisa menjual sampah rumah tangga yang bisa didaur ulang kepada pengelola.

“Keuntungan usaha sampah sekarang sudah bisa mencapai 800 ribu rupiah per bulan, terkadang turun atau naik tergantung kondisi,” Terang Evi Marlinda selaku ketua pengelola.

Lebih lanjut Evi menjelaskan bahwa warga biasanya mengantar sampah ke pengelola lalu ditimbang dan dicatat di buku simpanan anggota. Setelah sampah dipilah dan dijual kepada penampung besar, uangnya bisa diambil oleh anggota setiap dua atau tiga bulan sekali.

Kini dengan adanya fasilitas penunjang dan tambahan modal, ibu-ibu mengaku lebih serius dan bersemangat untuk mengembangkan usahanya.

“Selain dapat uang, lingkungan juga akan lebih bersih dari aneka sampah yang biasanya dibuang ke sungai.” Ungkap Busna sambil memperlihatkan kendaraan operasionalnya yang sekarang bisa menjemput sampah dari rumah warga.

Pos terkait