Warga keluhkan Kebisingan Getaran Mesin PLTMG Arun 2 di Lhokseumawe

  • Whatsapp
Warga lingkungan beraudiensi dengan PT Sewatama dan turut dihadiri Ketua dan Anggota DPRK Lhokseumawe dalam rangka mediasi terkait kebisingan dan getaran dari aktivitas PLTMG Arun 2 di Meunasah Desa Meuria Paloh Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe, Senin (21/9) malam. Foto Ist

LHOKSEUMAWE – Ratusan warga Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, mengeluhkan kebisingan dan getaran terhadap rumah mereka yang disebabkan dari suara mesin PLTMG Arun 2 Sumbagut dikelola oleh PT Sumberdaya Sewatama.

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh warga saat audiensi dengan pihak PT Sewatama yang difasilitasi DPRK Lhokseumawe di Meunasah Desa Meuria Paloh Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe, Senin (21/9/2020) malam.

Bacaan Lainnya

“Keluhan warga terkait kebisingan dan getaran rumah mereka yang disebabkan oleh mesin pembangkit listrik tersebut sudah mulai terjadi sejak beberapa bulan lalu. Kebisingannya sangat mengganggu kenyamanan ratusan warga kami yang tinggal di dua dusun tersebut,” ujar Pj Keuchik Meria Paloh, Heri Safriadi.

Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail A Manaf mengatakan, terkait keluhan masyarakat beberapa waktu lalu, DPRK Lhokseumawe turun ke lapangan untuk melihat langsung keluhan dari masyarakat lingkungan.

DPRK Lhokseumawe meminta PT Sewatama segera mencari solusi dan menurunkan tim independen yang telah mereka janjikan, kata Ismail A Manaf.

“Kebisingan dan getaran memang benar dirasakan masyarakat sejak empat bulan lalu, di empat lokasi berbeda yang terdampak dari aktivitas PLTMG Arun 2. Dari kunjungan tersebut, mungkin malam ini kita semua juga bisa merasakan getarannya,” ujar Ismail A Manaf.

Sementara itu, Project Manager PT Sewatama Subrata melalui keterangan tertulis di Lhokseumawe, Selasa, mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kebisingan dan getaran yang dirasakan masyarakat di sekitar lingkungan pabrik.

“Kita sudah ambil sampel pada bulan Agustus untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium terkait kerusakan AMDAL, dan kita masih menunggu hasilnya. Sejauh ini PT Sewatama menerima semua keluhan dari masyarakat, akan tetapi untuk pembahasan terkait ganti rugi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium karena kita akan melihat dari sisi teknisinya,” kata Subrata. []

Pos terkait