Warga Thailand Desak PM Prayuth Mundur

  • Whatsapp
Bendera Thailand. Foto ; Ist
BANGKOK – Lebih dari seribu demonstran di Thailand berkumpul di Ibu Kota Bangkok pada Ahad, (16/8).

Mereka menuntut pengunduran diri kabinet pemerintah, perubahan konstitusi dan penghentian tindakan gangguan aparat terhadap para aktivis oposisi.

Bacaan Lainnya

Demonstran mengatakan aksi demonstrasi ini menunjukkan dukungan yang lebih luas untuk perubahan di luar gerakan mahasiswa, yang menggelar demonstrasi sebulan terakhir nyaris setiap hari.

“Kami berasal dari berbagai kelompok berbeda dan umur yang berbeda,” kata Kukkik, 29 tahun, yang merupakan seorang mahasiswa pasca-sarjana seperti dilansir Reuters pada Ahad, (16/8).

Demonstran meneriakkan slogan seperti “Diktator jatuh, hidup demokrasi”.

Demonstran juga mendesak PM Prayuth Chan-ocha, yang sempat memimpin juta militer dengan melakukan kudeta selama lima tahun, untuk mundur.

Mahasiswa juga meminta pengurangan kekuasaan monarki atau kerajaan, yang sebelumnya menjadi obyek tabu dalam politik nasional Thailand.

Demonstran berkumpul di Monumen Demokrasi dan menggelar salah satu demonstrasi terbesar sejak Prayuth berkuasa setelah memenangi pemilu bersengketa pada 2019.

Ada sekitar 600 polisi dikerahkan untuk menjaga keamanan selama demonstrasi berlangsung.

Demonstrasi di Thailand ini dibayangi demonstrasi pendukung kerajaan, yang membawa foto Raja Maha Vajiralongkorn dan anggota kerajaan lainnya.

Pos terkait