Warga Tuding Abrasi di Pesisir Abdya Akibat Proyek Setengah Jadi

  • Whatsapp
pantai jilbab susoh

BLANGPIDIE – Warga yang bermukim di kawasan pantai di Kecamatan Susoh, Abdya terutama di sekitar kawasan Pantai Jilbab khususnya Gampong Keude Palak Kerambil sudah sejak lama dihantui kekhawatiran akibat tergerusnya bibir pantai oleh gelombang laut yang mengancam keselamatan pemukiman penduduk.

Kondisi terakhir pada Minggu (28/4) hantaman gelombang sudah mencapai bagian rumah warga setempat, bahkan kawasan wisata Pantai Jilbab terlihat porak-poranda imbas sapuan air laut yang menjilat pondok-pondok lesehan tempat para wisatawan menikmati berbagai hidangan yang biasa dijual di warung pinggir pantai.

Bacaan Lainnya

Diswan, seorang pemuka masyarakat Gampong Palak Kerambil, Kecamatan Susoh menuding pembangunan ‘pemecah ombak’ yang terbuat dari susunan batu gunung dibuat tidak memenuhi standar mutu.

“Alih-alih jadi penahan terjangan ombak laut, justru memperburuk keadaan. Ombak semakin masuk ke bibir pantai kemudian ombak kembali dengan tenaga yang kuat menyeret pasir dan daratan yang mengakibatkan abrasi,” Ungkap Diswan.

Lebih jauh lelaki yang tinggal dan membuka warung sangat dekat dengan bibir pantai mengatakan dengan setengah menyindir bahwa sebaiknya batu pemecah ombak yang tidak jelas tersebut diangkut lagi ke gunung.

“Pantai Bali yang tidak terlalu jauh dari Palak Kerambil tidak terkena abrasi, disana tidak ada pemecah ombak malah lebih aman. Ini bukan abrasi alamiah, tapi akibat ulah manusia yang membangun proyek tanggung. Solusinya, bawa pulang saja batunya,” Ungkapnya kesal.

Kejadian abrasi ini sudah berlangsung sejak lebih setahun silam. Sudah banyak pula berbagai pihak mengkritisi kondisi tersebut, bahkan berbagai media kerap memberitakannya. Namun demikian belum ada tanda-tanda akan diatasi secara menyeluruh.

Pos terkait