Waspadai Bid’ah Sewaktu Melaksanakan Ibadah

  • Whatsapp

Ada beberapa malam istimewa dalam Islam yang memiliki keutamaan apabila melaksanakan ibadah. Malam-malam istimewa tersebut merupakan anugerah yang diberikan Allah SWT untuk para hamba-Nya.

Beberapa malam istimewa tersebut seperti Lailatul Qadar, Nisfu Sya’ban, Idul Adha, Asyura, Isra Mi’raj, dan malam Jumat. Malam-malam ini merupakan malam istimewa yang seharusnya dihidupkan untuk meningkatkan amal ibadah.

Bacaan Lainnya

Demikian disampaikan oleh Ketua STIS Al Aziyah Kota Sabang, Tgk Imran Abubakar dalam pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) Aceh, yang berlangsung di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Banda Aceh, Rabu, 30 Maret 2021 malam.

Namun Tgk Imran mengingatkan agar para muslim tidak mengkhususkan malam-malam istimewa tersebut saja untuk beribadah dan meninggalkan waktu-waktu yang lain.

“Misalnya seperti shalat Tahajud, kita khususkan salat tahajud hanya malam Jumat saja sementara malam yang lain tidak mau melaksanakan ibadah tahajud, itu ada pendapat yang mengatakan masuk ke dalam salah satu bid’ah makruhah,” kata Tgk Imran.

Mengapa hal tersebut masuk dalam kategori ibadah bid’ah makruhah? Tgk Imran menyebutkan pada hakikatnya pengertian shalat Tahajud merupakan shalat yang dilaksanakan setelah tidur di malam hari dan hal tersebut merupakan sunnah. Dalam definisi shalat tahajud juga tidak menyebutkan adanya malam-malam tertentu untuk melaksanakan ibadah tersebut.

Lebih lanjut Tgk Imran mengatakan, ada pendapat ulama yang menyebutkan apabila mengerjakan ibadah secara berlebih-lebihan di malam-malam istimewa yang dapat masuk dalam bid’ah majmumah. Tgk Imran mencontohkan bid’ah majmumah tersebut seperti melaksanakan shalat malam Nisfu Sya’ban sebanyak 100 raka’at.

“Ini masuk bid’ah majmumah bukan makruhah, karena bid’ah itu ada beberapa macam, ada mustahabah, ada mubarkah, ada yang wajibah. Kemudian ada makruhah, ada yang majmumah. Tetapi ini ada yang terjadi perbedaan pendapat,” kata Tgk Imran di pengajian yang turut dihadiri oleh beberapa anggota Komisi Informasi Aceh (KIA) dan perwakilan Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

Menurutnya ada beberapa cara dalam menghidupkan malam-malam yang istimewa tersebut selain mengerjakan shalat sunnat, yaitu dengan melaksanakan zikir dan membaca Al-Qur’an.

Tgk Imran menyebutkan sudah sepantasnya ummat muslim menghidupkan malam-malam yang istimewa tersebut. Selain hal-hal yang disebut di atas, dia juga menganjurkan agar memperbanyak takbir di malam hari raya, berpuasa di hari-hari istimewa, sementara di hari Jumat memperbanyak bacaan salawat. “Intinya adalah memang Allah SWT telah melebihkan waktu-waktu tertentu dan Allah SWT telah melipatgandakan pahala bagi orang-orang yang melakukan amal ibadah pada waktu-waktu yang telah ditentukan,” katanya.

Mengapa Allah menganjurkan muslim meningkatkan amal ibadah di malam-malam istimewa tersebut? Menurut Tgk Imran, malam-malam istimewa tersebut merupakan waktu yang mustajab untuk berdo’a dan diijabah oleh Allah. Meskipun demikian, Tgk Imran mengatakan ada beberapa hal lain yang dapat menghambat amalan-amalan serta do’a yang disampaikan tersebut terhalang.

Menurutnya yang dapat menghalangi amalan di malam-malam istimewa tersebut seperti orang yang durhaka kepada orangtua dan musyrik. Dia menyebutkan Allah tidak mengiijabah permintaan atau amal orang-orang seperti ini meskipun disampaikan pada waktu mustajab untuk berdo’a.

“Meningkatkan amal ibadah pada waktu-waktu tertentu sangat positif sekali, tetapi jangan sampai menimbulkan sebuah anggapan bahwa melaksanakan amal ibadah pada waktu-waktu tertentu saja. Ini yang harus sering disampaikan,” ujar Tgk Imran lagi.

Dalam pengajian yang dimoderatori Badaruddin Ahmad, M.Si, Ak, ikut hadir Syekh Muhammad Yasin Attari Qadiri selaku pimpinan Dawate Islami di Brunei, Indonesia dan Malaysia yang berasal dari Pakistan. Syekh Muhammad merespon positif isi kajian yang disampaikan Tgk Imran, yang bersumber pada kitab Ihya Ulumuddin atau Al-Ihya karangan Imam Al Ghazali atau Abu Hamid Muhammad bin Muhammad di-Ṭūsiyy al-Gazzaliy.

Dalam kesempatan itu, Syekh Muhammad juga ikut mengajak umat Muslim untuk menyambut kedatangan Ramadhan. “Ayo kita hormati dan berhadap ke (menyambut) tamu Allah,” ujar Syekh Muhammad yang juga turut menyampaikan perkembangan Islam di dunia.

Pos terkait