Zulfikar Abdul Azis : PJ Bupati Harus Mampu Menjawab Tantangan Aceh Besar Dalam Segala Hal

  • Whatsapp

ACEH BESAR – Masa Kepemimpinan Bupati Aceh Besar Mawardi Ali dan Wakil Tgk H Husaini A Wahab periode 2017-2022 akan berakhir pada juli 2022 mentadatang.

Sosok Penjabat (PJ) yang akan menjabat sebagai Bupati Aceh Besar harus bisa menjawab tantangan Aceh Besar kedepan khususnya dalam pembenahan terhadap pelayanan public.

Bacaan Lainnya

“Oleh karenanya pihak yang terkait di sini adalah bagaimana menkonsolidasi kembali ASN yang ada, supaya lebih profesional sesuaikan dengan khittah dari ASN itu sendiri. ASN harus memberikan pelayanan yang paripurna dan prima kepada masyarakat apalagi qanun pelayanan publik sudah lama disahkan oleh DPRK Aceh Besar,” kata Anggota DPRK Aceh Besar Zulfikar Abdul Azis, Sabtu (20/11/2021).

Katanya, Pj kedepan harus bisa membenahi dokumen khususnya dokumen-dokumen terkait perencanaan. Seperti DID dan Rispa, sehingga kedepan perencanaan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permenedagri) nomor 90 tentang kodefikasi dan nomenklatur sudah siap dari sisi perencanaan sebelum ada anggaran.

Jadi ini yang menjadi tantangan kedepan. Di samping menguatkan kembali apa yang sudah dijalankan oleh Bupati yang sekarang seperti pelaksanaan syariat islam, penguatan ekonomi, pertanian dan lain sebagainya.

“Siapa pun PJ nya harus bisa memperioritaskan kerja-kerja yang bisa menjadi perioritas dalam masa dua tahun lebih kesepian,” tegas Zulfikar Abdul Azis

Menurutnya, dua tahun lebih kepemimpinan Penjabat bupati adalah waktu yang cukup lama. Tidak hanya menkonsolidasi tapi sudah bisa memproyeksi program-program perioritas kedepan khususnya mana yang ada di RPJMD yang belum terealisasi, ini bisa diwujudkan, artinya tidak perlu dilakukan revisi atau membuat RPJMD baru tapi bagaimana mengacu yang sudah ada.

“Dan mana-mana yang sudah, jangan di overlab lagi tapi bagaimana dijalankan yang belum direalisasikan” lanjutnya.

Tantangan terakhir bagaimana terkait dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD), PAD adalah salah satu inovasi kita yang mampu menjawab pandemi yang sangat lama, apalagi kondisi di pusat hari ini belum stabil dari sisi penganggaran.

Keluarnya peraturan-peraturan menteri keuangan yang membuat terjadinya pemotongan-pemotongan Dana Alokasi Umum(DAU) harus dijawab dengan inovasi PAD yang optimal khususnya PAD berharap tidak banyak bocor, yang kedua ada penambahan yang signifikan mengingat Aceh Besar yang sangat luar biasa.

Bupati Aceh Besar yang saat ini masih menjabat diakhir-akhir periode, kata Zulfikar, seperti sebuah pesawat, berharap bisa Landing dengan bagus dan mulus lewat program yang sudah ada.

“Kita sangat mengapresiasi Bupati Mawardi Ali bersama Wakilnya Tgk Husaini A Wahab. Aceh Besar masih bisa eksis, stabil dimasa pandemic,” ujarnya

Kemudian kata Zulfikar, program yang kira-kira belum terjalankan yang tersusun dalam RPJMD di sisa masa jabatannya bisa dituntaskan, khsususnya program yang monumental seperti mal pelayanan public. Kita berharap diakhir masa bupati bisa terwujud. Bila perlu langsung di launching bersama.

Terkait dengan program strategis nasional, ia pikir harus dikawal dan memang kita tidak bisa menafikan yang menyebabkan IPDN yang rencana di bangun di Kota Jantho ini ada isu belum bisa dijalankan, karena kondisi pandemi dan keuangan yang belum stabil.

“Saya pikir harus dibangun kembali komunikasi yang intens. Harapan itu masih ada dan kesempatan Aceh Besar untuk mendapatkan program strategis nasional,” tutur politisi partai Keadilan Sejahtera Aceh Besar.

Program strategis nasional itu, kata Zulfikar seperti waduk Jawi, Waduk Menasah Kulam di Mesjid Raya perlu dikawal, sehingga program strategis nasional tidak dibatalkan karena kondisi pandemic. Saya pikir ini salah satunya harus terwujud. Yang monumental ini harus sinergis antara bupati dan sumber dana APBK, kemudian program APBN yang kemudian dijemput dan di bawa pulang dalam pembangunan di Aceh Besar.

“Otsus juga kedepan, saya pikir harus ada program yang sifatnya monumental khususnya dalam pemulihan ekonomi, UKM dan bagaimana memberikan multiplayer efek khususnya bagi kondisi ekonomi mikro yang ada di Aceh Besar hari ini, dan apa yang sudah berjalan hari ini di DPRK akan mengingatkan siapapun yang menjadi PJ kedepan untuk dipertahankan,” pungkas Zulfikar.(*)

Pos terkait